Jumat, 10 Januari 2014

Especially For You Part 6

 Gue menoleh. Iqbaal. "Kita sekelompok ya le". Gue mendesah menatap valsha yg duduk sendiri. "Kamu sm valsha aja, aku bisa sm rendi". "sepertinya kamu benar-benar mau menjauh dari aku". Gue menatapnya tajam. "Soal itu jangan bahas disini, kita lg belajar". Iqbaal Mendesah nafas lalu berdiri, kembali ketempat duduknya. ~~~ "al kita pulang bareng kan?". Tbtb tania ada diantara gue dan aldi. gue tersenyum singkat ke tania, dia hanya membalas tatapan sinis. "Aku pulang bareng lea". "Lea bisa pulang sendiri kok, ya kan le?". skrng tania menatap gue sambil melotot. Gue tersenyum. "Aku bisa pulang sendiri kok di". Aldi menyipitkan matanya. "kok kamu mau sih Ikutin perintah tania?". Gue hanya tersenyum. "Yuk pulang". Tania mengandeng tangan aldi. "Tp le..". "Bye". Gue dadah2 kealdi&tania. 

(aldi part) "kamu apa-apaan sih? Kamu kan masih bisa minta dijemput sopir, sedangkan lea harus naik angkutan umum". Gue mengambil Nafas sejanak dan memutar setir kearah kanan. Kita sudah didepan komplek. "..kamu tau kan bahaya perempuan kalo naik angkutan umum Makanya aku gak mau biarin lea naik angkutan umum". Tania menatap gue kesal. "Kamu sekarang apa apa lea ini itu lea. Kamu udah Gak sayang lg sm aku?". Gue menginjak rem. Kita sudah sampai dirumah tania. Gue menatapnya. "Udah sampai. Mending kamu masuk". dia masih duduk dibangku jok sebelah gue. "Jawab pertayaan ku dulu al". Gue menatap dia tajam. "Gak ada yg perlu aku jawab tan. Aku Capek mau pulang". Tania keluar dari mobil gue trs ia mengetok kaca mobil. Gue membuka kaca itu. "Nanti malam kamu kerumah aku kan?". gue gak menatap dia. "Gak bisa aku sibuk. Aku pulang bye". Gue menutup kaca mobil lalu meluncur ke rumah. 

(Lea part) 'i'm on my way to your home'. Gue baru saja mengecek sms dari aldi 10 menit lalu. Tumben malam hari ini dia gak kerumah tania?. Ada suara motor. gue membuka pintu. Dia membuka helmnya dan menghampiri gue. "Ganggu gak?". Tanyanya. Gue menggeleng. "Enggak". Dia tersenyum. "Tumben". lanjut gue sambil menatap aldi. "Tumben apa nya?". Ia bertanya. "Tumben kamu malam2 gini kermh ku, biasanya dirmh tania". Aldi Memutar bolanya. "Lg males, oh ya jalan2 yuk?". "Ini udah malam, mau jalan2 kemana?". "Kemana kek, aku bosen yuk!". Gue melihat Aldi sangat antusias mengajak gue keluar. Gue mengangguk. 


~~~ "sepertinya iqbaal masih mengejar kamu le". Gue tersenyum. Kita Sekarang sedang jalan di pantai ancol. "Kamu gak merasa terganggu karena itu?". Gue menatapnya. "Ya aku akui, itu benar2 menganggu Ku..". Gue mengangkat bahu sesaat. "..mau gimana lagi? Aku juga kasian sm iqbaal mengejar-ngejarku terus". Aldi tersenyum. "Suatu Saat nanti aku yakin iqbaal akan bahagia juga". Ucap gue sambil tersenyum. Skrng kita duduk ditepi pantai. "Aku sayang kamu le". tbtb aldi berbicara. Suara ombak dan angin yg menerbangkan rambut kita berdua. Gue menoleh dan tersenyum ke aldi. "Aku juga sayang sama kamu". Kita sama-sama tersenyum. "Apa kita bakal sama-sama terus le?". Tanyanya. "Aku berharap kita akan sama2 terus ald". "aku juga berharap begitu". Katanya sambil membelakangin rambut gue telinga. "kita gak pernah tau kedepan, kita lihat saja yg ada Ada sekarang". Ucap gue sambil menatap lurus ke arah laut. "I will be right here for you lea". Dia juga mengikuti gue melihat ke rah laut. "And you don't dare leave me okey?!". Lanjut gue dan menatapnya jail. "I won't and i promise!". Katanya kita tertawa. 


 ~~~ kita udah sampai dirumah gue. Pukul menunjukkan 23. 39 wib. "Aku tidur duluan ya". Aldi bangki dari tempat duduk & menuju kamar. pas gue mau tidur ada suara-suara berisik. "Keluar km le?!". Gue keluar rumah. Betapa kagetnya ada bapak2 ibu2 tetangga gue. "Ada apa ini bapak-bapak ibu-ibu?". "Eleh kamu sok polos?!". Salah satu wanita bergemuk. Gue mengangkat alis. "Maksud ibu?". "Kamu Berjinah kan dengan lelaki itu?". Tbtb aldi keluar. "Rame-rame apa ini?". Bapak2 ibu2 pada nunjuk2 aldi dan berbisik. "Tuh kan bu2 bapak2 lea dan lelaki ini berjinah. Lea kan tinggal sendiri siapa tau aja mereka melakukan sesuatu". Gue & aldi saling menatap. "ibu2 bapak2 itu salah paham". "Benar kata lea". Aldi memotong pembicaraan gue. "Pak, bu saya sm lea itu gak pernah melakukan yg Ibu itu bilang tadi". Ucap aldi sambil melirik sesaat wanita gemuk. "Lea memang tinggal sendiri, saya tiap malam kesini untuk Menemai dia". "Elehh...". Desis wanita itu. "Sebagai pacar apa salah saya nemenin pacar saya yg kesepian?". Tbtb aldi berbicara lg. gue melotot, dia memegang tangan gue. Bapak2 ibu2 pada berbisik. "Udah mending pak bu pulang urus kehidupan bapak ibu masing2". bapak2 ibu2 mulai meninggalkan kita. Dia masih memegang tangan gue. Skrng kita duduk diruang tamu. "Kok kamu kayanya tenang bgt deh Aku aja panik, mereka fitnah kita". Dia menatap gue lembut. "Buat apa panik, kita gak melakukan itu kok". Gue tersenyum. "Besok2 km gak usah dateng kermh aku tiap malam". Aldi menatap gue kaget. "Knp? Apa karena hal tadi?". "Aku gak mau mereka memfitnah kita lg". gue terdiam sejenak. "Maaf bukan maksudku mengusir kamu di". Dia mengangguk. "Aku ngerti kok". Gue menunduk. "Bagaimana kalau kamu tinggal dirumah ku". Gue melotot. "Aku gak bisa meninggalkan rumah ini, terlalu banyak kenangan di". Aldi mengangguk dengan sedih. 

~~~ kita sedang belajar biologi pak bambang. "Lea bisa ikut bapak?". Gue mengangguk dan mengekor jalan diblkng pak bambang. "Kamu dipanggil bapak kepala sekolah". Gue mengerutkan kening. "Ada apa lagi pak?". "Mending kamu masuk aja". Gue mengangguk. Lalu masuk Keruangan pak tedi. "Bapak manggil saya?". Dia mengangguk. "Duduk lea". Gue duduk didpn pak tedi. "Saya turut berduka cita atas Kepergian ibu kamu". Gue mengangguk. "Makasih pak". Seketika hening. "dan bapak mau nanya..". Gue langsung menatap pak tedi. "..knp emua nilai kamu turun lea? Bapak sudah beri kamu kesempatan kan? Knp tetep saja nilai itu turun?". Seperti kena samberan petir di telinga gue. "Saya.. Saya benar2 gak fokus pak akhir2 ini". Kata gue sambil menunduk. Pak tedi memberikan gue amplop. "Buka le. Ini sudah keputusan bapak". Gue membuka amplop itu dan....... "pak beri saya kesempatan, saya janji bakal naikin semua nilai saya..". gue menahan nangis. Pak tedi menatap gue iba. "..pak saya gak tau harus dengan apa bayar iuran sekolah ini. Pak saya mohon..". pak tedi membuka pintu. "Kamu skrng boleh keluar dari ruangan saya lea". Gue membuang nafas lalu keluar dari ruangan pak tedi.

 ~~~ gue sedang ditman belakang, yatuhan.... Beasiswa gue dicabut. universitas Impian gue, cita2 gue hilang sudah!. "Le?". Tbtb ada Seseorang dan kertas yg gue pegang pun jatuh. Pas gue mau ngambil kertas itu sudah keduluan lelaki itu. Gue mendongak ke dia. Aldi!. dia duduk disamping gue. "Serius le?! Beasiswa kamu dicabut?!". Ucapnya setelah membaca kertas yg diberikan pake tedi tadi. Gue mengangguk. "kok.. Knp bisa?". Gue menggeleng. "Aku juga gak tau, semua nilaiku turun dan pak tedi gak mau ngasih aku kesempatan lg". "aku bisa membantu kamu le". "Gak usah di, km udah terlalu bnyk membantuku". Aldi memegang atas tangan gue. "Le, ayolah. Kamu kan calon pacar ku sekaligus calon istriku nanti... biarin aku membantu kamu". Yatuhan lelaki ini masih saja menggoda gue. Dia Menatap gue serius. "Gimana bisa aku menolaknya kalau kamu sudah kekeh seperti ini". Dia tersenyum puas. "Jangan sedih kalau aku gak ada disamping kamu". Seketika pipi gue menghangat. Dia mengelus pipi gue. "Besok pagi aku jemput ya?". Katanya tbtb. Gue mengerutkan kening. "Memangnya kita mau kemana?". Dia tersenyum misterius. "Lihat saja nanti". Gue memukul lengannya pelan. "Gak berlagak misterius gitu deh di". Dia tertawa. ~~~ ada suara mobil, gue keluar ternyata aldi sudah menunggu gue diluar. Pagi ini kita udah janji buat kesuatu tempat. Aldi skrng sedang fokus menatap jalanan. "Kita mau kemana sih?". Aldi menatap gue sesaat. "rahasia, aku yakin kamu suka". Gue mengangkat alis. "Knp?". Katanya karena gue menatapnya curiga. "Kamu mau culik aku ya?". Aldi tertawa. "Aku cinta kamu". Katanya. Gue menyipitkan mata lalu memukul lengannya. "Gombal meluluk ah!". Aldi menginjak rem karena ada lampu merah. "Eh ya di.." Aldi menoleh kegue. "..tania udah tau kalo aku pergi sm kamu? Nanti dia..". "Buat apa? Dia udah bukan siapa2 ku lg". Dia fokus menatap jalanan. "Kamu takut berhubungan dengan ku karena aku dan tania dulu pacaran?". Gue seperti kena tamparan. Gue bungkam. "Tania bukan siapa2 ku lagi, kita udah hidup masing2". Hening. Hanya ada suara klakson mobil dan deru motor dan mobil. 

~~~ "udah sampai". Katanya. Aldi memberhentikan mobilnya. Ini bagus bgt!. Padang rumput, bunga2, pohon tinggi menjulang. Gue maju beberapa langkah. Angin menerbangkan rambut gue. Gue membentangkan tangan, menghirup aroma rerumputan desa. gue menoleh kebelakang, aldi dia didpn mobil, tangannya didpn dada memerhatikan gue sambil tersenyum. "Aku suka tempat ini!". Gue menghampiri aldi. "Kamu tau dari mana ada tempat sebagus ini?". Tanya gue sambil memandang kedepan. "Dulu aku dan tania sering datang kesini". Gue mengangguk. "Aku seneng kamu suka". Lanjutnya. Tbtb hp gue bergetar. Gue cek layar hp. Nomor gak dikenal. 

 "halo?". Orang disebrang sana gak jawab. "Halo. Siapa ya?". Gue masih menunggu jawabannya, pas gue mau nutup telponnya. Dia baru berbicara. "Lea?". Panggil dia. "Iya. Maaf ini siapa?". Terdengar dia menghembuskan nafas. "Aku iqbaal le..". Gue diem, aldi menatap gue aneh. "Le, aku boleh kerumah kamu?". Dia masih mengejar gue. "Kamu gak bisa ya gak ganggu aku sekali aja!". "Le aku benar2 butuh kamu". Katanya dengan hopeless. Gue langsung putuskan sambungan hp. Lalu memasukannya kesaku jaket. "Siapa?iqbaal?". gue hanya tersenyum. "Kita kesini mau ngapain?". Gue mengganti topik pembicaraan. Sekarang ia menatap gue. "Menurutmu?". Hhh kebiasaan aldi kalo ditanya malah nanya balik-_-. "Nyeeh kan kamu yg ngajak". Dia sempet diem, lalu lama2 tersenyum. "Kita jalan -jalan aja disekitar sini gimana?". Gue menggeleng. "Disini aja aku suka". Kita diem-dieman, lalu aldi menghampiri mobilnya mengambil sesuatu. "Tadi kebetulan aku liat gitar dikamar, udah lama sih aku gak pernah main, makanya hari ini aku bawa, mau aku nyanyikan sesuatu?". Tanyanya sambil memangku gitar itu. Gue duduk disebelahnya. "Boleh". "Mau lagu apa?". Gue mikir sejenak. "gak tau, terserah kamu aja, asalkan enak didengar". Dia mengangguk, lalu mulai mendetingkan senar gitarnga dengan lincah. 


 he best thing about tonight's that we're not fightin Could it be that we have been this way before I know you don't think that I am trying I know you're wearing thin down to the core But hold your breath. Because tonight will be the night that I will Fall for you Over again Don't make me change my mind Or I won't live to see another day I swear it's true Because a girl like you is impossible to find. You're impossible to find 


OMG!. Liriknya 'Because a girl like you is impossible to find'. Tanpa sadar gue mengeluarkan air mata. Dia berhenti mendentingkan gitar dan menatap gue sambil tersenyum. "Bagus gak?". Tanyanya. Gue memgangguk dan menghapus air mata. "Suara kamu bagus bgt di". Dia menaruh gitarnya disamping tempat duduk lalu menatap gue dengan lekat. gue tersenyum, jarinya mengambil beberapa helai rambut gue yg jatuh ke belakang telinga. "My love will never end and I'll be by your side forever". Gue tersenyum malu. Dia ikut tersenyum juga. "My love will never end till death do us part". Balas gue ke aldi. ngegombal ya?". Tanya gue dengan muka sok polos. Dia memutar bola matanya. "Eh tapi ya tadi aku bukan ngegombal itu tulus". Dia tersenyum. "I knew you would say that to me. you love me, right?". Gue mencibir. Dia tertawa puas karena gue menatap dia kesel.


~~~ "kita nginep dihotel aja ya le?". Tanya sambil sibuk memegang setir mobil. Gue mikir. "Udah terlalu malem bgt". Lanjutnya sambil melirik gue sesaat. Gue lihat aldi juga capek. Gue mengangguk. "Yaudah". Akhirnya kita sampai dihotel. Kita udah didpn receptionis. "selamat malam". Sambutnya dengan ramah. Gue dan aldi tersenyum. "Mau pesan kamar seperti apa?". Dia ngasih buku gitu. Aldi melihat Sesaat. "Saya pesen yg two room aja". Mbak receptionis nya ngecek2 gitu. "Aduh maaf mbak mas tipe two room nya sudah penuh". Gue hanya diem gak mengerti. Dia mikir sejenak. "Yaudah saya pesen tipe kamar apa saya asalkan kingsize bed untuk kami berdua". dia mengangguk. Lalu gak lama ada seorang lelaki menghampiri kami. "Ada barang yg bisa saya bawa?". Tanya. "Gak usah, kami gak bawa barang apapun". Lelaki itu mengangguk. "Oke kalau begitu mas, boleh saya tinggal?". Gue dan aldi mengangguk. "Silahkan". Jawab aldi. 

~~~ kita sampai didepan pintu kamar yg ingin kami tiduri. Kamar ini ada dilantai 6. Aldi membuka pintunya. "Masuk". Ia memerintah gue. gue masik kedalam kamar itu. "Kok.....". Gue menatap aldi kesel setelah melihat hanya ada satu kasur didalam kamar ini. "Knp?". tanya aldi dengan muka sok polos tp menampilkan senyuman jail. "Kok tempat tidurnya hanya satu?". Dia mengangkat bahu dengan santai. "yg dua tempat tidur gak ada le, makanya aku pesen yg satu kasur besar". Gue menganga gak percaya. "Dari pada gak tidur". Lanjutnya. "terus aku tidur dimana?". "Kamu tidur dikamar ini lah, dikasur itu". Jawabnya. Gue melotot. Dia menghampiri tempat tidur super besar itu. "Ngapain bengong aja disitu?". Dia menatap gue. "Mending tidur, ditemenin aku lagi". Lanjutnya yg sekarang ini sedang berbaring. "tidur satu kasur?! Kamu gila?". Dia tertawa kecil. "Memangnya knp?salah?". "Nanti kan...". "Aku gak bakal ngapain2 kamu". Potongnya cepat. Gue diem sesaat. "Ayo sini berbaring". Dia menepuk sebelah bantalnya, tatapan matanya membuat gue menurut. Gue sudah berbaring ditempat tidur. Yatuhan!!!!!!!. Oh oke le jangan negative thingking. Gue menelan ludah. "Gak usah gugup gitu kali le". aldi tertawa, yatuhan suara tawanya benar2 halus. Aldi mengubah cara tidurnya menjadi menghadap gue, gue juga mengikuti dia. Aldi benar2 menatap mata gue dengan lekat lalu membelakangin rambut gue ketelinga karena menutupi sebagian muka gue. "Do you love me?" tanyanya. gue menatap matanya balik. "why do you always ask me that?". Dia tersenyum. "I just want to know the answer". Gue mengelus pipinya. "Aku akan selalu mencintai kamu, kamu gak usah khawatir tentang apapun oke. you're mine and I'm yours". Aldi tersenyum jail sambil mengelus pipi kanan gue. "You know?, what you said make me embarrassed". Gue memukul lengannya. "Kamu selalu begitu". Dia tersenyum kecil. "Tapi di, aku cuman cewe miskin yang gak bisa kasih kamu apa2". Gue menatap matanya. "Gak bisa kasih kamu barang-barang mahal dan bermerek". Lanjut gue. Dia terdiam sejenak. "Kamu gak sadar? Kamu tuh udah memberi aku sesuatu yang sangat spesial yg belom pernah diberi orang lain ke aku". Gue menatapnya aneh. "Apa itu?". Dia mikir sejenak lalu mendekatkan mulutnya ke telinga gue. "Rasa cinta kamu". Dia menjauhkan muka dari telinga, lalu menatap gue. Gue menatapnya tidak mengerti. "pasti kamu gak ngerti". Katanya. Gue mengangguk. "Belom pernah ada seseorang yg kasih cintanya tulus ke aku, cuman km satu2nya orang". yaampun hati gue rasanya seperti abis naik rollercoster. Gue tersenyum malu. "Udah ah tidur! Ngegombal mulu kamu ah". Dia tertawa. kita gak tidur melainkan menatap langit2 hotel, tenggelam dalam imajinasi kita masing2. Dari balik selimut aldi memegang sebelah tangan gue. 

~~~~ PAGI COY!. LO HARUS TAU INI PAGI HARI OKEYYY?!!!. Oke BACK TO THE STORY-___-. "Pagi sayang". Eeeaa~~~~  gue memutar bola mata. Ternyata yg gue harapin terwujud hehe, aldi tidur disofa bukan dikasur, kasian dia. Dia menghampiri gue. "Kamu keliatan beda hari ini". Kata gue sambil mengangkat alis. "Oh ya?". Dia balik nanya. "Pasti belom mandi haha". Dia nyegir lalu duduk disamping gue. "Tadi aku udah pesen makanan dibawah". Dia mengangguk sambil fokus ke hpnya. Gak lama ada suara bel pintu.  ternyata pelayan hotel. Dia wanita sambil membawa beberapa makanan yg gue pesen tadi. "Pesenan anda". Gue tersenyum. Gue mengambil nampan yg ia bawa. Dia tersenyum lalu pergi. "Makanan nya udah dateng!". Gue menghampiri meja makan lalu menaruh makanannya dimeja. "aldi makan dulu". Gue udah duduk dikursi untuk makan. Gak lama aldi udah duduk disamping gue. 

~~~ kita udah di lobby untuk pulang. tbtb hp gue bergetar, gue mengambil dari saku celana, disitu tertulis nama valsha. "Tunggu sebentar ya di". Aldi mengangguk, gue agak menjauh dari aldi. "Ya val?". Jawab gue setelah memencet tombol hijau. "Lo harus kerumah sakit le!". Suara valsha seperti habis dikejar setan. "Ngapain kermh sakit?". Tanya gue. "Iqbaal..". Seketika badan gue menegang. "..ada dirumah sakit, dia mau bunuh diri tp untungnya gagal, kerumah sakit skrng, dia stress bgt grgr lo nih". Gue diem sejenak. "Le?".tanya valsha dari sebrang. "kasian iqbaal le. Skrng aja dia belom siuman abis disuntik obat penenang". Gue melihat aldi dari jauh, dia menatap gue balik. "Gue gak bisa kesana". Gue tau dari sebrang sana valsha kaget setengah mampus. "Kok... Knp le?". Valsha kembali bertanya, gue hanya diam. "le gue tau iqbaal itu gak berarti banget dihidup lo, seenggak nya dia itu kan temen lo jg skrng, ya jenguklah". Jawab valsha. "Gue .udah gak peduli lg sm dia, dia bukan urusan gue lagi". Valsha terdiam karena ucapan gue tadi. "Gue gak nyangka le...". Jawabnya etelah keheningan beberapa menit. "...lo berubah, lo udah terlalu dibutain sm cinta, gue yakin lo pasti jg lupa sm gue dan yg lain". gue tertegun dengan ucapan valsha. "Well , yg diotak lo kam cuman aldi, aldi, aldi. Gak pernah mau mikir perasaan temen lo yang lain udah lah ya, gue cuman mau bilang itu, tp elonya..ya gitu GAK PEDULI. Jangan harap lo bisa bertemen sm gue dan temen2 lain.. Oh ya jangan dateng kerumah sakit tempat iqbaal dirawat, karena lo bukan siapa2 lagi diantara kita. Bye!". Valsha menutup sambungan telpon. pas valsha menutup telponnya ada sebuah sms dari bastian. 'Le, iqbaal masuk rmh sakit, kermh skt le iqbaal butuh lo nih alamatnya Rs********. Cepet". Gue abaikan pesan bastian dan kembali menghampiri aldi. "Lama ya?". Tanya gue saat sudah disamping aldi. Dia menggeleng. Muka aldi tampak pucat. "Yuk". Katanya, dia mengandeng tangan gue, kita keparkiran. 

~~~ "aldi kamu baik-baik aja?" muka aldi sangat pucat. "Aku cuman pusing sedikit kok". Jawabnya masih fokus ke arah jalan. "Mending kita berhenti rest area aja". dia menggeleng dengan kekehnya. "Gak usah". Gue mengangkat alis, tumben aldi seperti ini. Dia mengelus atas kepala gue dengan tangan kiri & sebelah tangan kanannya memegang setir mobil. "Mending kamu tidur aja. Okey". Gue mengangguk. Ada apa dengan aldi?.

~~~ tiba2 terdengar decitan rem mobil, gue membuka mata. Gue kaget mobil yg kita kendarain berputar2 dijalan, dan samar2 semua menjadi hitam gelap, samar2 jg terdengar suara orang berbicara panik.~~~ yang gue rasakan pertama kali adalah bau rumah sakit yang khas. Gue melihat sekeliling ruangan, ada seorang suster. "Sus saya..". "Anda sudah siuman?". Gue mau mengubah cara tiduran menjadi duduk tp suster menahannya. "Sudah berbaring saja". Gue menurut kata suster, lalu mengingat apa yg barusan terjadi. Gue kecelakaan sama "aldi!". Teriak gue setelah mengingat kejadian itu. "Anda gak apa2". Tanya suster itu. Gue menggeleng. "Suster tau dimana kamar aldi, yg kecelakaan bareng saya?". Suster itu mengangguk. "Saya tau, dia ada diruang ugd lukanya sangat parah". Gue menatap suster gak percaya. "Saya mau kesana". Gue mau turun dari tempat tidur tp ditahan oleh suster. "Kamu..". "Saya harus ketemu aldi!". Gue keluar dari kamar inap dengan tertatih. Pas didpn lift, gue melihat bayangan diri gue disitu. Kepala gue dibalut perban, sisanya hanya luka memar. TING!. Pintu lift terbuka, gue masukin kedalam lift. Didalam lift ada 2 orang, orang itu menatap gue aneh. TING!. pintu lift terbuka. Lantai dasar rumah sakit ini. Gue menanya kepada salah satu dokter. Dia ngasih tau arah ke ruang ugd. Pas ingin sampai ruang ugd, gue melihat tante melina dan tania duduk dikursi dpn ruang ugd. "Tante?". Suara gue keluar saat didpn mereka. "lea?". Mama nya aldi menatap gue. "Gimana aldi tante?". Mamanya aldi menangis. "Aldi kritis le, lukanya parah dikepala". Gue menutup mulut dengan tangan, tanda gak percaya lalu ikut menangis.

 ~~~ aldi sudah dipindahin keruang inap. Kondisinya masih sama.mamanya aldi duduk disamping ranjang. "Ikut gue le!". Tania narik tangan gue keluar kamar inap. Didepan kamar tania menatap gue. "Lo puas buat aldi kaya gini?! Puas lo!". Tania membentak gue. Gue menunduk. "Tapi itu kan bukan sal..". "Jelas-jelas itu salah lo le!". tania menyelak kata-kata gue. Sekarang gue menatapnya. "Gue juga gak mau semua ini tan". Kita sama-sama diam. "Lo itu..". Dia berpikir. "...lo gak pantes buat aldi, lo hanya cewek miskin, gak berguna, pembawa sial!". Gue kaget, bisa-bisanya tania berbicara itu ke gue. "gue.. gue gak kaya gitu". Gue menahan nangis. "Mending lo pergi deh sana!". Bentaknya sekali lagi. Akhirnya gue jalan ke arah luar rumah sakit. "Eh dek lea kok diluar sih". Gak disangka gue ketemu supir aldi. Gue berhenti lalu mengusap air mata. "Emm.. Aku cuman mau ngehirup udara segar kok pak". Supir aldi mengangguk. "Mari pak, aku mau kesana dulu". "Oh ya dek lea". Gue mengangguk dan kembali jalan. 

~~~ sudah hampir 10 menit gue di area makan rumah sakit ini. "Kebetulan kamu disini le". Tbtb suara seseorang yg gue kenal. Mamanya aldi. Dia duduk disamping gue. "Ada apa tante?". Tanya gue. "Luka kamu gak terlalu parah kan?". Gue mengangguk. "mending kamu pulang kejakarta aja". Gue agak kaget. "Tapi.. Memangnya knp tante? Aku mau nemenin aldi". "Gak perlu le, ada tante dan tania yg bisa menjaga aldi". Gue mikir sesaat. "Yaudah tp besok aku boleh kesini lg kan tante?". Tanya gue kembali. "Besok aldi bakal dipindahin kermh sakit jakarta". Gue mengangguk. Tante melina menyodorkan tote bag. "Ganti baju rumah sakit dengan ini lalu kamu ke pak supir minta di antar pulang kejakarta". Gue menatap tote bag dan tante melina bergantian. Sepertinya tante melina mulai enggak suka sm gue. Gue mengambil tote bag itu lalu pergi. 

~~~ "makasih ya pak udah anterin aku". Gue turun dari mobil. "Iya dek lea". "Bapak mau mampir dulu?". Pak supir menggeleng. "Gak usah, bapak langsung mau balik lg kerumah sakit dek". Gue mengangguk. "yaudah kalo begitu, hati-hati dijalan ya pak" "iya". Mobil yg dibawa supir aldi melaju dan menghilang dibelokan. Gue masuk kerumah. lalu duduk dikusir, menatap langit-langit rumah tanpa sadar gue mengeluarkan air mata. Kenapa cinta harus ada yg tersakiti? Bukankah cinta itu menyayangi satu sama lain?. Gue menghela nafas. "Aldi menjadi seperti ini sekarang bukan salah gue kan?". Ucap gue pada diri sendiri. 


~~~ 'pak supir lg dijalan mau jemput kamu untuk kermh sakit, tante mau ngomong sesuatu'. Sebuah sms dari tante melina.gue dandan seadanya. Gak lama ada ketukan pintu. Gue membuka pintu. "Eh pak yuk langsung aja". Supir itu mengangguk. 

~~~ rumah sakit pondok indah. Ini bukannya rumah sakit tempat iqbaal dirawat juga?. Apa dia masih sakit?. Gue sampai didpn kamar rawat inap aldi. gue membuka pintu kamar rumah sakit, tante melina menoleh ke arah gue. "Kamu udah dateng, mending kita bicara diluar kamar aja". Gue mengangguk. Kita duduk diruang tunggu didpn kamar. Kita berdua diam sesaat. "Sekarang aldi seperti ini, tante gak tega liat dia kamu taukan aldi anak tante satu-satunya?". Skrng ia bertanya pada gue, gue mengangguk. "Tante minta tolong sama kamu lea". Gue mengangkat alis. "Tolong pergi...". Jawabnya dengan hopeless. Seketika badan gue menegang. "Kamu harus pergi dari kehidupan anak tante, tante gak mau aldi kena sial lg akibat kamu". Pas mamanya aldi mengeluarkan kata 'sial' gue langsung kaget. "Tapi tante aku ..gak..". "Apa saja yg kamu mau tante kasih, asalkan kamu pergi dari hidup aldi". Gue menatap tante melina gak percaya. "Kamu butuh uang? Baju? Atau kamu mau apa?". Gue diam sambil menunduk. 'Cinta aku ke aldi gak bakal bisa tergantikan oleh apapun tante'. ucap gue dalam hati. "Beasiswa? Beasiswa kamu dicabut kan? Bagaimana dengan beasiswa kamu mau?". Tanya nya sekali lagi. Seketika gue kepikiran soal beasiswa. Ini kesempatan ngedapetin beasiswa itu kembali, tapi soal aldi?. "Aku ambil tawaran beasiswa itu tante". cinta diluar sana masih banyak le!. 'Tapi cuman dia yang pantas buat kamu' tbtb ada sebuah suara dari sudut hati gue. "Bagus. Nanti tante urus beasiswa kamu". Gue senyum kepaksa. Kita diem-dieman. "Tante boleh aku masuk kedalam?". Tante melina mengangguk. Gue masuk kedalam kamar rumah sakit tempat aldi dirawat. Gue menghampiri tempat tidur itu lalu menatapnya yang tidak berdaya. Akhirnya pertahanan gue runtuh juga, air mata gue yang sejak dari tadi gue tahan jatuh begitu saja saat melihatnya. Gue menghapus air mata dengan kasar lalu tersenyum ke arahnya. "Hey al". Gue mengelus pipinya. "Maafin aku ya, akibat aku kamu jadi seperti ini sekarang". gue masih menatap matanya yang sekarang menutup. "Apa kamu masih ingat saat kamu mengatakan 'My love will never end and i'll be by your side forever' terus aku berbicara juga 'my love will never end till death do us part', kamu ingat?. Tapi sayang aku gak bisa nepatin kata-kata ku itu". Air mata gue jatuh lagi kini jatuh tepat di pipinya. Gue menghapus air mata itu dipipi aldi. "Aku harus pergi, aku cuman bawa sial ke kamu". Kata gue dengan suara rendah dan bergetar. Gue mengambil nafas lalu menghembuskannya. "Kamu gak apa-apa kan aku tinggal?". Gue bertanya padanya, tetapi dia hanya diam. "Lagi pula kan ada tania, kamu lebih pantas dengannya". lanjut gue. Gue memegang tangan kirinya di inpus. "Selamat tinggal..". Memegang jari jemarinya yg dingin. "...cinta ku". Lalu melepaskannya. Gue keluar kamar tanpa menoleh sedikitpun. 'Maaf kan tante lea, tante lakukan ini demi aldi'. ucap tante melina dalam hati. Gue jalan keluar kamar dengan lari dan mennangis. 'Apa ini karma akibat gue mengabaikan cinta nya iqbaal?'. Seketika gue ke inget iqbaal. Apa gue jenguk dia aja ya?. Gue ke ruang pemberitahuan pasian lalu bertanya. 

~~~ gue tepat di dpn pintu kamar inap iqbaal. Ternyata dia masih di rawat rumah sakit ini. Apa ada valsha ya didalam kamar ini?. Gue mengetuk pintu kamar itu. Suara jantung gue berdegup dengan cepat. Dan yang membuka pintu nya adalah valsha. Dia menatap gue kaget. "Ngapain lo kesini?". tanya nya dengan suara sinis. Gue diem. "Siapa yg dateng val?". Itu suara iqbaal. Valsha membuka pintu nya lebar-lebar. Mata kita bertemu. Dia tersenyum. "Kamu akhirnya datang le, ayo masuk!". Gue masuk kedalam tanpa melihat ekspersi valsha yg gue tau sebel bgt. gue duduk disamping ranjangnya. "Kamu apa kabar?". Tanya gue. "Baik". Gue liat muka iqbaal sangat bahagia. "Itu kamu kenapa?". Tanya nya sambil menujuk kepala gue. "Oh ini... Aku sm aldi kecelakaan baal". Iqbaal kaget. "Apa?! Terus aldi gimana?". Gue menunduk. "dia kritis, dia jg dirawat disini". Iqbaal ngangguk lalu memegang atas tangan gue. "Jangan sedih ya". Gue tersenyum. "Mata kamu sembab le pasti akhir-akhir ini kamu sering nangis ya". Gue membuang tatapan ke arah lain. "Enggak kok". "Jangan bohong. Aku tau ciri-ciri orang bohong". Gue hanya diam lalu menatap valsha yang sedari tadi hanya menatap gue&iqbaal. "Apa kabar val, baik?". valsha hanya membals tatapan sinis. Selama gue berteman sm dia, dia gak pernah semarah ini. Apalagi menatap gue sesinis sekarang. gue hanya tersenyum karena dia gak membalas ucapan gue. "Emm... Baal, sepertinya aku harus pulang". "Loh..". Dia memasang muka sedih. "..kamu baru datang 5 menit lalu le, buru-buru bgt sih". Gue tersenyum. "Maaf, aku harus pulang". Gue berdiri menatap valsha. "Gue pulang. Salam buat bastian sm kiki". Gue mendekat mulut ke telinga valsha. "Maafin gue val, btw lo perawat yg baik untuk iqbaal". gue menjauhkan mulut dari telinga valsha. "Duluan ya. Bye". Gue keluar dari kamai inap iqbaal lalu pulang dengan perasaan sedih.


 ~~~ Pagi ini gue beraktivitas seperti biasa lagi. Sekolah. Gue sampai disekolah. Saat dilorong menuju kelas, semua menatap gue aneh.gue jalan dengan lemas ke kelas. Semuanya benar-benar hilang sekarang. "Woy le akhirnya lo masuk juga". Dia duduk tepat didpn gue. bastian. Kiki ikut mengangguk. "Lo udah sembuh?". Gue ngangguk. "Udah". Kiki dan bastian ikut tersenyum.

 ~~~ saat ingin kekantin pun anak-anak masih menatap gue aneh dan berbisik. Gue gak sengaja denger. "Lea cewek pembawa sial. Jangan dekat2". Saat gue berjalan mendekati mereka malah mereka menjauh dari gue. 'Apa yg kalian tatap?! Gue bukan cewek pembawa sial!. Itu bukan salah gue!'. Ucap dalam hati. Sepertinya gue udah gak pantas sekolah ditempat ini lagi.

 ~~~ "uuhhh kasian skrng pulang naik angkutan umum. Miskin sih lo!". Tiba-tiba mobil tania ada disamping gue. "Hati-hati tan nanti kena sial haha!!". Kata salah satu teman tania, tania dan .dan teman-temannya yg ada dimobil tertawa. "Udah ya males ngomong sm orang miskin kaya lo, ayo jalan guys!". Tania dan mobilnya melaju meninggalkan gue sendiri didpn gerbang sekolah. 'Bener kata tania gue pembawa sial, buktinya gue udah membuat aldi & iqbaal .celaka. Nanti siapa lagi? Sepertinya gue harus pergi yang jauh'. Gue berpikir. ~~~ 'tante bisa kerumah ku? Aku ingin berbicara penting sm tante, pak supir tau rumah ku'. Gue memencet tombol send. Ini keputusan gue, ya keputusan yang sangat tepat untuk pergi. beberapa menit kemudian tante melina sampai dirumah gue. "Maaf ya tante rumah ku kecil dan berantakan, tante tau sendiri aku kan orang miskin". Tante melina menatap gue kaget mungkin karena ucapan gue. "Kamu mau bicara apa?". Dia mengalihkan topik pembicaraan. "emm.. Soal itu tante ambil saja lagi beasiswa itu, dan ini". Gue menaruh hp yg diberikan aldi beberapa waktu lalu didpn tante melina. "loh memangnya kenapa lea?". Tante melina bertanya. "Aku udah gak butuh itu tante..". "Tp bukannya kita sudah sepakat". "Tante aku udah putusin ini semua. Ambil saja barang yg aldi dan tante kasih, aku sudah gak butuh". Ucap gue dengan tenang. "Tapi kenapa?". tanyanya. Aku diam. "Kenapa lea?". Tanya nya lagi. "Aku mau pergi tante, pergi jauh". "Maksud kamu?". "Aku mau jual rumah ini dan pindah sekolah diluar kota". Gue menahan nangis. "Kenapa harus keluar kota le?. Apa ini karena tante?". Gue menggeleng. "Bukan karena tante kok, ini keputusan aku". Mamanya aldi diam. "Pasti aldi sedih bgt tau kamu pindah". Katanya. Aku hanya tersenyum. mamanya aldi memegang tangan atas gue. "Maafkan tante ya lea, kalo tante punya salah, tante lakukan ini demi aldi". Gue juga melakukan hal yang sama seperti tante melina. "Gak apa-apa tante aku ngerti". Mamanya aldi mengelus rambut gue. "Kapan kamu berangkat?dan dimana kamu tinggal nanti?". Tanyanya setelah mengelus rambut gue. "Besok sore kalau itupun jadi, maaf aku gak bisa ngasih tau tempatnya tante, aku gak mau nanti ada orang mencariku disana". Mamanya aldi mengangguk. "Semoga kamu baik-baik saja disana". Lalu tante melina berdiri, berjalan kearah luar rumah gue. "Tante pulang dulu". "Salam untuk aldi tante". Dia mengangguk. mobil mewah miliknya melaju meninggalkan rumah gue. Gue kembali duduk dengan lemas di kursi. 'Sepertinya uang di tabungan gue dan tabungan milik ibu bisa aku pake ke rumah nenek. Sekarang waktu yang tepat'. 

~~~ "saya mau keluar pak dari sekolah ini". Ucap gue saat diruangan pak tedi. "Bukannya beasiswa kamu udah kembali? Kenapa keluar?". Pak tedi berbalik menanya gue. "Saya ada urusan mendadak pak, makanya saya keluar". Pak tedi menutup buku yg ia baca. "Kamu salah satu murid yg berprestasi lea, bapak bangga sama kamu". Gue tersenyum. "Makasih pak". "Kamu yakin mau pindah?". Tanya pak tedi lagi. Gue mengangguk dengan mantap. "Kalau sudah seperti ini bapak gak bisa nolak karena sudah keputusan kamu". 

~~~ "woy le bengong aja lo ah!". Bastian tbtb mengagetkan gue. Gue tertawa kecil. "Ngak ah!". Bastian duduk didepan gue. "Kiki mana?". Tanya gue karena gak melihat kiki. "Lagi pesen makanan". Gue mengangguk. "Gue tau lo lagi banyak masalah bgt le". Entah dari mana bastian bisa ngomong kaya begitu. Gue menatapnya. "Ya kan?". balasan gue hanya.. "Hah?". Dia menoyol kepala gue pelan. "Pinter-pinter tp budek!". Gue tertawa. 'Sebenarnya gue baik-baik saja, gak sepenuhnya baik-baik saja sih'. ~~~ gak ada yg perlu tau gue pindah. Gue merapikan barang2 yg ingin dibawa kedalam koper. Entah kenapa gue kepikiran aldi. Apa gue buat surat aja ya?. Tapi pasti gak terlalu penting ah buat dia. Keputusan gue adalah buat aja deh. selesai bikin surat, gue keluar dari rumah. Melihat sesaat rumah yg sudah gue tinggal selama 16tahun. Gue titip kunci ini ke bu arnita- alias tetangga gue sekalian titip surat ini kalau ada yg berkujung kerumah gue nanti. 

~~~ gue duduk distasiun pemberangkatan menuju.....

Jumat, 20 Desember 2013

Especially For You

Gue tersenyum canggung. "Hai". Ia menatap gue dengan dingin. "Kamu tadi malam...". "Aku mau ambil layout yg kemaren aku suruh ke kamu". Ia memotong pembicaraan gue, ia masih menatap gue dingin, menunggu. Gue mengambil kertas layout dimap lalu mengasihkannya. Setelah dikasih Aldi langsung keruangannya. Ihhh dia marah sama gue!. Gue berjalan keruangannya, lalu masuk begitu aja.

Gue lihat dia sedang dirak-rak besi, entah mencari apa. Aldi menoleh ke gue."Apa kamu gak punya sopan santun? Sebelum masuk ketuk pintu dahulu, aku ini bos kamu". Katanya. Gue duduk disofa. "Bisa kita bicara?". Kata gue, dia melihat gue sesaat lalu kembali melakukan aktivitasnya. "Aku sibuk". Gue menghela nafas. "Aku benar-benar gak tau kalau tadi malam kamu...".

"Cowok mana yang gak cemburu lihat ceweknya jalan dengan orang lain". Ia memotong pembicaraa gue dan menatap gue.

"Aku..."

"Berita kamu dan iqbaal udah kesebar diberita online tadi pagi.  Did you know that?".

Gue kaget sambil menatapnya, aldi tertawa meremahkan. "Aku tau knp kamu lebih memilih iqbaal daripada aku, dia kan artis jadi kamu bisa terkenal karena dia". Gue menatapnya gak percaya. "Ini semua salah paham!". Kata gue dengan nada tinggi. "Oh ya? Kenapa kalian harus berpengangan tangan?".

Gue menahan emosi. "Kalau aku cerita dulu pasti kamu mengerti".

"Kamu bisa keluar dari ruanganku sebelum aku benar-benar semakin emosi". Jawabnya, matanya merah menahan emosi sama seperti gue.

"Tapi aldi...". Ucap gue memelas

"Keluar! Kamu tau arti bahasa indonesianya KELUAR? HAH?!". Jawabnya dengan emosi, gue menatapnya gak percaya lalu keluar ruangan itu dengan menangis dikubikel.

"Baru kemaren baikkan sekarang marahan lagi". Itu suara Olivia. Gue menghapus air mata dan menatapnya. Dia tersenyum ke gue. "Gue tau kok kalian berantem karena apa". Oliv mengeluarkan hp lalu gak lama mengasihkan hpnya ke gue. "Ini elo kan sama iqbaal di PIM?". Gue kaget lalu membaca artikel salah satu berita online wanita tersebut.

''' IQBAAL DHIAFAKHRI AND HIS NEW GIRLFRIEND


Tidak pernah dikabarkan dekat dengan siapa-siapapun, kali ini iqbaal dekat dengan wanita cantik yang ia tidak ingin namanya diketahui publik pada kemaren malam di salah satu mall Jakarta. Iqbaal dan wanita itu sangat keliatan bahagia, sesekali mereka berpegangan tangan dan tertawa. Ketika di konfirmasikan oleh wartawan iqbaal hanya tertawa dan menjawab "she's just my friend, kita gak ada hubungan apa-apa kok".

Dan saat ditanya siapa nama wanita tersebut iqbaal tersenyum "haha mbak gak usah tanya itu deh, mending tanya yang lain". Iqbaal terkesan ingin menutupi pasangannya itu dari media. Jadi siapa pasangan baru iqbaal itu? '''


Saat gue melihat kebawah ada foto gue dan iqbaal berpegangan tangan dan ia menaruh atas tangannya di kepala gue. Huh! Yatuhan.... Susah ya memang kalau dekat artis paling ganteng seinterio dunia. Hhh....-_-

Gue mengasihkan kembali hp ke Oliv. "Jadi betul itu elo?", tanya nya . Gue mengangguk. "Tadi malam kita nonton terus makan bareng, gue gak tau kalau aldi juga ngajak makan malem, tadi lo denger kan betapa marahnya dia?". Oliv mengangguk. "Gue gak pernah liat bos semarah itu". Gue tersenyum pahit. Hp gue berdering, gue mengambilnya dan melihat siapa nama yang tertera disitu.

Iqbaal calling...��

Gue mengangkatnya.

"Ya?".

"Mau makan siang bareng aku?. Aku ada didepan kantor kamu nih".

"Gimana ya?".

"Kamu jadi takut deket aku ya gara-gara berita itu?".

"Hah? Emmm... Aldi marah sama aku gara-gara berita itu".

"Maaf aku gak bermaksud membuat hubungan kalian rusak".

"bukan salah kamu. Kamu ada dimana?".

"Aku ada diparkiran deket pos satpam". Katanya.

"Okey aku kesana tunggu ya". Iqbaal menutup sambungan telpon.

"Oh jadi selama ini lo dan iqbaal sering makan siang bareng? Kenapa lo gak pernah ngajak gue?". Kata Oliv, gue mendengus. "Harus ya gue kasih tau elo". Oliv tertawa.

 "Gue anterin lo sampai parkiran ya?" Katanya membuat alis gue naik.   "Gue pengen liat langsung seganteng apa sih iqbaal dhiafakhri".  Gue tertawa lalu turun kebawah.

Diparkiran, gue lihat iqbaal didepan mobilnya sambil tersenyum. Gue dan Oliv mendekat.

"Oh ya baal kenalin, ini Oliv temen aku". Oliv dan iqbaal berjabatan tangan. "Oliv". "Iq..". "Gue tau kalih siapa elo, iqbaal dhiafakhri artis paling ganteng diindonesia". Iqbaal terkekeh "bisa aja lo liv". Gue juga ikut terkekeh. "Oliv juga mau ikut makan bareng kita?". Tawar iqbaal. Oliv menggeleng. "Enggak. Gue cuman mau nganterin lea". Iqbaal mengangguk. "Mari". Kata iqbaal masuk kemobilnya. Oliv berbisik ke gue. "Aslinya lebih ganteng le! Sumpah gue lemes banget pas jabatan tangan tadi sama dia". Katanya, gue tertawa kecil. "Yehh elo. Gue duluan ya bye". Lalu membuka pintu mobil

(Aldi part) gue lihat Oliv menuju lift, gue memanggil dan menghampirinya

"Lea mana? Dia gak makan siang bareng kamu?".

"Enggak pak, tadi lea makan bareng siang sama...". Oliv memberhentikan ucapnya. "Sama siapa?". Oliv tersenyum. "Sama iqbaal". Gue hanya diam. "Mari pak saya ke atas dulu". Kata oliv, gue mengangguk.

Lea! Aku gak akan maafin kamu!. Nafsu makan gue turun, akhirnya gue balik ke ruangan lagi.

"Aldi sayang". Tiba-tiba tania masuk dan memeluk gue dari belakang.

"Ngapain sih lo kesini lagi? Dan berhenti menyebut nama gue dengan embel-embel sayang". Jawab gue dengan ketus. Tania mengelus pipi gue.

"Kamu udah tau berita iqbaal sama lea? Aku denger dia pacaran sm iqbaal. Dan kamu? Uhhh... Cuman jadi bahan pelampiasannya aja". Gue menahan emosi. "Berhenti menyebut nama lea! Gue gak mau ya tan nanti saat meeting mood gue hancur gara-gara elo". Tania menatap aldi meremehkan. "Aku hanya memberitahu kamu, kalau dia deketin kamu ada alasan lain bukan karena alasan cinta". Gue menatap tania tajam. "Lebih baik lo keluar dari ruangan gue! Cepet Keluar!". Tania keluar dengan kesal. Gue menaruh kacamata dimeja lalu mengusap wajah. 'Hhhh... Le ada apa dengan kamu sih? Aku bingung sama perasaan kamu ke aku'

(Lea part)

Aldi masih marah dan gue hari ini benar-benar merasa gak enak badan tetapi tetap gue paksa untuk masuk kerja.

"Gue ke pak didit dulu mau ngasih berkas-berkas proyek besok. Lo mau tunggu disini atau lobby?". Tanyanya. "Disini aja". Jawab gue. "Eh bentar liv, kok gue gak liat pak bos sih akhir-akhir ini?". Pertayaan gue membuat oliv berhenti jalan dan menoleh ke arah gue. "Ke thailand ada proyek disana kalo gak salah sih 2minggu". Gue hanya mengangguk, Oliv kembali jalan. 2 minggu ke thailand dan gak bilang ke gue sama sekali?. Gue mikir sudah berapa hari kita gak saling bicara? ah! Tepat Hari ke-4 kita marahan. Ish aldi kamu nyebelin banget sih!. Kepala gue berdenyut hebat, kaki gue lemes bgt. Yatuhan. Gue merasa semuanya benar-benar buyar dan lama-lama menjadi hitam gelap.


~~~~

Gue menghirup bau khas rumah sakit. Saat membuka mata, gue melihat wajah khawatir Oliv. "Le lo udah sadar?". Gue hanya mengangguk. "Gila ya lo mau buat gue mati garagara jantungan apa?. Pas gue balik setelah ngasih proyek ke pak didit, gue udah liat lo geletak gitu dilantai. Gue panik bgt tau!". Gue hanya tersenyum. "Maaf ya gue nyusahin elo liv". "Gue sm indra langsung bawa lo ke rumah sakit. Makanya Kalo lagi sakit jangan dipaksa masuk kerja, jadinya gini kan". Oliv mengoceh kesel. Gue hanya tersenyum.

~~~

Hari ini gue gak masuk kerja karena sakit saat gue ingin melihat jam disamping tempat tidur, betapa kagetnya gue melihat aldi disofa sedang tetidur pulas. Aldi disini?! Sejak kapan? Entah kenapa gue benar-benar merasa senang saat aldi disini. Gue turun dari tempat tidur lalu menghampirinya. Gue meneliti setiap detail wajahnya saat tidur, gue selalu suka gaya aldi saat tidur. Gue mengelus pipinya, aldi mengernyit lalu membuka matanya perlahan, saat melihat gue dia kaget. "Lea?! Kamu udah gak apa-apa? Kamu...". Gue menutup mulutnya dengan satu jari gue. "Ssttt... aku udah gak apa-apa kok". Aldi tersenyum. "Saat Aku dapat sms dari Oliv kalau kamu masuk UGD dan lagi sakit aku seperti dapat serangan jantung, panik setengah mati. Apalagi kamu sampai masuk UGD dan aku berpikir betapa parahnya kamu sakit". Katanya dengan sedih, gue menatap matanya. "Saat itu juga aku pesen tiket pesawat ke jakarta. Tau aku berangkat ke bandara jam berapa?". Tanyanya ke gue, gue menggeleng. "Jam 1 pagi waktu sana, transit disingapura jam 4 pagi tadi lalu sampai di jakarta jam 6 dan langsung meluncur kerumah kamu". Gue terharu, betapa khawatirnya aldi ke gue. Dia langsung memeluk gue. "Aku benar-benar khawatir sama kamu le". Gue membalas pelukannya. "Aku bersyukur saat sampai dirumah kamu, aku melihat kamu tidur itu mengartikan kalau kamu baik-baik aja". Ia melepaskan pelukannya, menatap mata gue. "Kalau sakit langsung minum obat, jangan dipaksa untuk masuk kerja". Gue hanya mengangguk. Aldi begitu sangat perhatian. "Can you forgive me? I was wrong. Please". "Udahlah sayang masalah itu kita lupain aja". Jawabnya. "Aku sayang kamu". Kata gue membuat aldi tersenyum. "Aku juga, get well soon, honey".

~~~

Gue dan aldi ada diruangan sofa, Ana sekolah. Jadi hanya kita berdua yang ada dirumah.

"Aaaa...". Aldi meyodorkan sendok berisi bubur ayam. Gue tersenyum kecil. "Aku bisa makan sendiri al". Dia menggeleng sambil tetep menyodorkan sendok itu. Gue menyerah untuk disuapin aldi. Dia tersenyum. Ahhhh seneng banget rasanya diperhatiin sama orang yang kita cinta. Makan bubur habis, aldi mengambil beberapa tisu dan mengelapnya disudut bibir gue. "Udah deh makannya, sekarang minum obat ya sayang". Gue hanya mengangguk, menurut. Aldi membuka bungkus obat, lalu mengambil beberapa butir obat. "Diminum". Katanya. Gue meminum obat itu dengan sekali tegekan air. Kita bertatapan, saling memberikan senyuman. "Mandi gih sana". Perintahnya sambil menepuk atas kepala gue. Gue mengangguk dan berjalan ketangga. "Oh ya mandi nya pake air hangat jangan air dingin loh!". Ucapnya kembali membuat gue berhenti menaiki tangga, dan lagi-lagi gue mengangguk.

~~~

Gue sudah mandi, wangi hihi. Gue dan aldi sedang menonton disney chanel. "Yehh udah mau umur 21 tahun nonton ini". Ledek aldi. Gue menatapnya sinis. "Memangnya kenapa? Ini kan buat refreshing otak, gak apa-apa dong?". Aldi hanya terkekeh. "Lea? Boleh aku dapat pelukan?". Kata aldi membuat gue menoleh, lalu menaikan satu alis. "Ayolah". Mohonnya. Gue mengangguk. Kita berpelukan. Kebiasaan aldi saat kita berpelukan selalu membenamkan wajahnya diantara rambut gue.

"Aku selalu suka wangi kamu". Katanya tepat dibelakang telinga gue. Gue hanya menggumam. "Kamu pernah dengar aku nyanyi enggak?". Tanyanya, kita masih berpelukan. "Pernah sekali, sebelum kecelakaan 5 tahun lalu". Gue bisa merasa nafas nya teratur ditengkuk gue. "Mau dengar aku nyanyi gak?". Tawarnya. "Ya boleh". Sambil terus berpelukan aldi bernyanyi.

��I wanna call the stars
Down from the sky
I wanna live a day
That never dies
I wanna change the world
Only for you
All the impossible
I wanna do

I wanna hold you close
Under the rain
I wanna kiss your smile
And feel the pain
I know what's beautiful
Looking at you
In a world of lies
You are the truth

And baby
Everytime you touch me
I become a hero
I'll make you safe
No matter where you are
And bring you
Everything you ask for
Nothing is above me
I'm shining like a candle in the dark
When you tell me that you love me

I wanna make you see
Just what I was
Show you the loneliness
And what it does
You walked into my life
To stop my tears
Everything's easy now
I have you here

And baby
Everytime you touch me
I become a hero
I'll make you safe
No matter where you are
And bring you
Everything you ask for
Nothing is above me
I'm shining like a candle in the dark
When you tell me that you love me

In a world without you
I would always hunger
All I need is your love to make me stronger

And baby
Everytime you touch me
I become a hero
I'll make you safe
No matter where you are
And bring you
Everything you ask for
Nothing is above me
I'm shining like a candle in the dark
When you tell me that you love me

You love me
When you tell me that you love me��

(When You Tell Me That You Love Me - Westlife ft Diana Ross)

Air mata gue udah turun, aldi melepaskan pelukannya. "Ahhh dasar perempuan dikit-dikit cengeng". Gue memukul lengannya. "Ini terharu bukan cengeng! Ihhhh!!", lalu mencubit pinggangnya, ia meringis kesakitan. "Ampun ampun sayang". Kita berdua tertawa bahagia. Tuhan bisakah aku dan aldi selalu seperti ini? Selalu memberikan senyuman satu sama lain.

"i hope we'll always be like this". Ucap gue pelan, ia tersenyum lalu mengambil sebelah tangan gue. "Aku juga berharap seperti itu". Kita bertatapan. Ahhh yatuhan tatapan selalu membuat gue seakan terbang ke langit ke tujuh.

"Kalau kamu udah agak sembuhan, nanti malam aku mau ajak kamu ke.....


TUNGGU SELANJUTNYA YA! MAAF APABILA ADA KETYPO-AN^_^ @wearecomatecjr @fremasiti

Selasa, 17 Desember 2013

Especially For You

Gue berdiri berniat ingin melihat hujan diluar, betapa kagetnya gue melihat aldi berdiri disana dengan baju basah kuyup, kedinginan. Gue ambil payung lalu membuka pagar.

Gue menaruh payung diatas kepala kita. "Kenapa kamu bisa ada disini?". Tanya gue agak teriak. Dia menatap gue, matanya memancarkan kesedihan. "Aldi ada apa?". Tanya gue lagi.

"Tadi aku telpon kamu tetapi gak di angkat, dan aku berasumsi kalau kamu marah padaku, makanya aku berdiri disini sekarang". Gue kaget lalu mengingat kalau gue tadi menaruh hp di kamar dan ringtone nya tidak diaktifkan.

"Kenapa kamu gak datang?". Tanya nya. Gue menatap dia, wajah kita sangat dekat. "Aku... Aku bnyk kerjaan". Gue tidak menatap matanya. "Pekerja yg lain tetep datang walaupun bnyk kerjaan sama seperti kamu". Katanya membuat gue seakan tertampar.

"Kenapa le? Kenapa?". Desaknya membuat gue kesal.

"KARENA AKU GAK MAU MELIHAT ORANG YANG AKU CINTAI BAHAGIA DENGAN ORANG LAIN! PUAS?!". Ucap gue dengan nada tinggi, membuat gue tersengal-sengal.

 Aldi menarik pinggang gue secara tiba-tiba dan dengan cepat mencium bibir gue dengan lembut. Payung yang gue pegang terlepas, gue masih terdiam. Kissing in the rain. Uww uww. Ia masih mencium bibir gue menuntut untuk dibalas, gue agak berjijit lalu membalas ciumannya dengan lembut. Perlahan ia mulai melepaskan ciumannya. Kita bertatapan.

"Aku membatalkan pertunangan itu". Katanya membuat gue kaget. "Kenapa?". "Karena kamu gak datang makanya aku batalin". Gue mengernyit. "Tau alasannya knp kemaren aku meminta kamu untuk datang?". Gue menggeleng. "Karena kalau kamu datang berarti kamu mengikhlaskanku dengan tania, dan kalau kamu gak datang berarti kamu gak rela aku dengan tania, yang berarti kamu sangat mencintai aku sampe-sampe gak mau datang". Katanya dengan panjang lebar, gue mencubit pinggangnya.

"Aku kedinginan nih". Aldi mengigil kedingin. "Siapa suruh ujan-ujanan?". Gue berjalan duluan ke dalam rumah. "Eh le...". Ia berjalan dibelakang gue. Gue tersenyum kecil. Lelaki ini memang penuh kejutan.

~~~

"Nih teh nya". Gue menaruh didepan nya. Kita sudah berganti baju, aldi memakai baju gue yg kebesaran.

"Kamu habis mandi ya?". Tanya nya. Gue mengangguk. "Kamu harum banget soalnya aku suka". Gue hanya tersenyum lalu duduk disampingnya. Aldi lama-lama mendekat ke gue. "Mau ngapain deket-deket?". "Mau minta peluk hehe". Aldi tersenyum manis. Gue menghela nafas lalu memeluknya.

Kepala aldi ada dibahu gue, mukanya tertutup karena rambut panjang milik gue. "Hemm... Wangi banget. Kamu make sampo apansih?". Tanyanya sambil mengelus rambut gue. Gue hanya diam menikmati pelukan, wangi parfum nya memenuhi rongga paru-paru gue. Arrrr udah berapa lama kita pelukan? 30menit kayaknya.

"Ini mau sampai kapan aku dipeluk terus?". Tanya gue, aldi hanya bergumam. "Aldi lepas dong pelukannya". Kata gue membuat dia melepaskan pelukan. Aldi tersenyum membuat gue ikut tersenyum.

"Bagaimana dengan tania di? Apa dia baik-baik".

"Dia akan baik-baik aja, kamu gak usah khawatir".

"Tapi kasian tania dia udah ngesiapin semua itu tetapi batal",

"Dia gak sepenuhnya merancang semua itu. Kamu gak usah peduliin dia".

"Pasti besok gosip tania batal tunangan ada ditv deh, aku yakin".

~~~

Berkerja! Bekerja!. Yuhuuu~. Gue sedang membuat desain layout. Tiba-tiba ada yg menupuk pundak gue. Belom sempet gue menoleh ia sudah berbiara ditelinga. "Ikut gue ke kamar mandi". Gue menegang itu suara tania, gue menoleh dengan takut. Ternyata benar dia tania, ia menatap gue dengan angkuh. "Ayo!". Dia jalan duluan.

Sampai dikamar mandi, kita melihat diri sendiri dicermin. Ahh gue benci berada disamping tania, gue seperti terimidasi

"Lo sengaja buat acara pertunangan gue rusak hah?!". Ucapnya tiba-tiba. Gue menggeleng. "Maksud lo? Gue gak ngerti tan". Ia menepis tangan didepan gue.

 "Heloow lo itu cewek pembawa sial! Gak seharusnya lo deket-deket gue dan aldi!. Lo itu arrrghh... Gue benci sama lo!". Tania menarik rambut gue lalu mendekatkan mulutnya ke telinga gue, gue meringis kesakitan

"Jangan harap lo bisa dapetin aldi, karena aldi hanya milik gue!". Dia mendorong gue tapi untungnya gue gak jatoh.

Gue menatapnya tajam. "Gue hanya memberitahu lo ya tan kalau gue tau apa yg aldi ingin kan dan ia cintai". Jawab gue membuatnya kesal.

Gue melirik jam sesaat. "Sepertinya saya ada pekerjaan lain, emmm... Lebih baik anda... Ups masuk saya syatania herawan terhormat keluar dari kantor ini karena saya tau aldi pasti tidak mengharapkan kehadiran anda disini". Gue tersenyum ramah.

"Liat aja cewek pembawa sial nanti gue akan balas!". Ia menutup pintu kamar mandi dengar kasar. Gue tersenyum sinis. Rasakan!.

~~~

"Tadi aku bertemu tania". Ucap gue tenang. Gue dan aldi sedang berada dimobil dalam perjalanan pulang.

"Oh". Katanya datar. Gue mengerucutkam bibir. "Kok 'oh' doang sih". Jawab gue pura-pura kesel. Aldi membelokkan setirnya ke kanan lalu melirik gue.

 "Loh memangnya aku harus apa?"

Gue memutarkan bola mata, tidak menatapnya melainkan menatap jalannya. "Dikit-dikit ngambek, dikit-dikit marah, jangan gitu dong le". Gue menatapnya tajam. "Whatever".

Aldi menginjak rem mobilnya, kita sampai didepan rumah gue. Gue dan aldi mau keluar, tetapi gue undur lalu kembali duduk kembali. "Kamu lebih baik gak usah turun dari mobil, aku bisa masuk sendiri kerumah". Gue menatapnya sinis lalu keluar mobil.

"Eh...tapi le..". Aldi ikut keluar dari mobilnya lalu menahan tangan gue.

"Kamu marah sama aku gara-gara hal tadi? Oh come on lea jangan seperti anak kecil". Katanya membuat gue semakin marah.

 "Apa kamu bilang aku seperti anak kecil?! Siapa yg seperti anak kecil aku atau kamu?!".

Aldi menatap gue gak percaya. "Kita bisa bicarakan baik-baik le". Katanya sambil memegang kedua tangan gue tapi gue menepisnya.

"Aku gak mau buang-buang energi cuman karena hal ini, mending kamu pulang!". Kata gue lalu masuk kerumah. Aldi memanggil nama gue berkali-kali tapi gue acuhkan.

~~~~

Demi tuhan rasanya gue males banget untuk ke kantor. Isshh!.

"Waduh kayaknya ada yang lagi kesel nih". Gue tau itu suara Oliv. "Kata siapa? Enggak kok". Jawab gue acuh. "Bener?ahhh gue tau lo lagi marahan ya sama pak bos?". Katanya sambil menyipitkan mata.

Gue menggeleng. "Gak sih!".

"Masa sih? Emm... Tadi pagi si indra sm ari kena marah sama pak bos, lo tau sendiri kan ari sm indra itu pekerja kesayangan bos pasti gak pernah di marahin, kok kali ini dimarahin ya? Anehh... Gue rasa dia lagi kena nama nya 'emosi' gara-gara berantem sama pacar nya hehe".

Gue menatapnya tajam. "Gak usah sok jadi peneliti gitu deh liv". Gue kembali menatap layar komputer.

"Kenapa bisa berantem sm pak bos? Tumbenan". Katanya sambil menatap gue dari belakang.

Gue hanya diam. "Kok diam aja sih?". Tanya nya dengan nada bercanda. Yatuhan rasanya gue pengen banget menimpuk oliv dengan high heels.

Hp gue berdering, ada telpon dari aldi. "Wihh ditelpon tuh, angkat le. Jangan sampe pak bos marah-marah tiap hari gara-gara kalian berantem". Gue menatapnya tajam lalu mengangkatnya.

"Kita makan siang bareng ya?".

"Ohhh maaf aku makan bareng temen, lebih baik kamu makan dengan orang lain".

Gue mau menutup telpon tetapi aldi berbicara. "Ayolah le jangan marah terus" katanya, sebenarnya gue merasa iba.

"aku tunggu dilobby 10menit lagi ya". "No! 20menit lagi". Sangkal gue dengan kesal.

"Okey-okey 20menit lagi". Gue menutup telpon itu lalu menatap Oliv, sedang cengar-cengir.

"Kenapa lo?". Oliv menggeleng sambil tertawa. "Lucu aja sama hubungan lo dan pak bos".

 Gue memutar bola mata. "Eh btw tania gimana pas dibatalin tunangan nya?". Gue mengangkat bahu. "Gue gak tau. Aldi gak cerita". Oliv mengangguk-ngangguk.

 "Baguslah pak bos batalin itu, dia lebih cocok sama lo le, sumpah". Katanya dengan sungguh-sungguh. Gue hanya tersenyum kecil.


HAHAHA udah 30 menit dan gue belom turun ke lobby. Lebih baik gue gak makan siang daripada harus ketemu aldi.

"Kenapa belom turun juga? Katanya 20menit". Suara yang gue kenal itu keluar, gue menoleh. Aldi. Gue menatapnya tajam. "Aku gak punya banyak waktu". Katanya sambil melirik arlojinya. Gue berdecak kaget. Ish!. "Jadi atau tidak?". Tanya dengan dingin. Gue menghela nafas, mengambil tas lalu berjalan duluan ke lobby.

Didalam mobil kita hanya diam. Ia memberhentikan mobilnya dipinggir jalan. Mau ngapain coba?huh!.

"Okey ini semua salahku, aku minta maaf". Katanya tiba-tiba, membuat gue menoleh ke dia. Mata kita bertemu, gue seakan terperangkap dalam tatapan itu. "Aku minta maaf le". Ia memegang tangan gue. Gue tersenyum . "Enggak seharusnya aku yang minta maaf, cuman karena masalah kecil aku besar-besarkan. Sorry". Aldi mengelus rambut gue. "Aku senang kita gak marahan lagi".


~~~

Gue turun kebawah karena kata Ana ada iqbaal, dia mau ngapain kesini?. Gue hanya memakai baju lalu dilapisi cardigan, celana pendek selutut.

"Eh baal, ada apa malem-malem kesini?". Iqbaal berdiri setelah melihat gue. "Ahh aku cuman mau kamu komentari lagu buatan aku". Gue mengangkat alis lalu duduk. Iqbaal tersenyum lalu membuka sarung gitarnya. Ia mencoba-cona senar gitarnya terlebih dahulu.

"Okey". Katanya tersenyum ke gue lalu, mulai mendetingkan gitarnya.

Ku mencoba jadi yang terbaik
Ku mencoba jadi nomor satu
Ku mencoba jadi pendamping mu
Ku mencoba selalu

Jutaan manusia di dunia
Hanya ada satu untukku
Ku yakin itu pasti dirimu
Ku yakin itu selalu

Tapi ku takut mengecewakanmu
Tak ingin membuat mu menangis
Karna kamu lah yang ku tunggu
Oooo..

Aku ini milikmu
Dan kamu ini milikku kasih
Kitakan selalu bersama
Melewati semua berdua

Aku ini milikmu
Dan kamu ini milikku kasih

Kitakan selalu bersama
Melewati semua berdua berdua berdua

Uwwww liriknya so sweet banget. Iqbaal memberhentikan nyanyi dan suara gitarnya. "Bagus tidak?". Gue mengangguk. "Suara kamu makin bagus aja. Oh ya lagu itu buat siapa? ". Dia tersenyum malu. "Buat fans ku dan kamu hehe". Gue kaget, dia bikin lagu untuk gue?!. Ihhh��. "Thanks, udah bikin lagu untuk aku". Jawab gue dengan canggung. "Sama-sama". "Eh btw kamu bilangan apa tadi fans? Memangnya kamu punya fans?". Tanya gue. Dia hanya tersenyum. Hening. "Aku kira aldi akan benar-benar bertunangan dengan tania". Dia menghela nafas lalu menatap gue. "Kalau dia benar-benar melakukan itu seenggaknya aku masih bisa miliki kamu". Jawabnya membuat gue kaget.

"You love him and he love you. Kalian benar-benar cocok". Iqbaal menatap gue dengan bahagia.


~~~~

"Ya ampun le! Ini cowok ganteng amat. Siapa elo?". Tiba-tiba ia menyodorkan hp milik gue.

 "Iqbaal. Temen gue. Knp?". Jawab gue sambil menguyah keripik potato. Kita berada diruangan Tv kost-an Oliv.

"Dia single?". Tanyanya lagi, gue memgangguk sambil menatap layar tv. "Bisa kalih lo comblangin gue sama dia". Katanya sambil menaik-turunkan alisnya.

Gue menatapnya tajam, lalu mengepalkan tangan didepan wajahnya. "Nih!". Dia mendegus. "Yeee emangnya knp? Lagipula dia single gue single, cocokkan?". "Sejak kapan lo single? Lo kan udah punya pacar, siapa namanya? Si Angga ya kan?".

Gue menatapnya, Oliv sedih gitu. "Gue udah putus sama dia 2 hari lalu. Dan mumpung gue lagi single, nah kan bisa tuh gue sama iqbaal".

Gue menggelengkan kepala. "Langkahin dulu mayat gue!". Jawab gue sambil memasukan keripik potato ke mulut. Olivia kembali mendengus.

"Aduhhh ganteng banget sih iqbaal inih, coba aja dia jadi pacar gue, gue yakin hidup gue akan bahagia". Oliv berbicara dengan foto iqbaal.

"Dulu iqbaal itu mantan gue pas SMA". Jawab gue membuat Oliv tersentak kaget.

"Serius lo?! Terus siapa yg putusin diantara kalian?". "Gue". Kata gue dengan nada datar. Oliv menganga. "Kenapa lo?". Tanya gue melihat eksperesi Oliv.

"Gue kalau jadi lo gak akan mutusin tuh iqbaal. Gila dia ganteng amat le, pasti cewek-cewek pengenlah jadi pacarnya".

Gue hanya mendengus, dasar Oliv liat cowok ganteng dikit langsung di embat.

"Btw ya gue pernah liat dia deh... Dimana ya?". Kata Oliv sambil memikir.


"Ahhh dia itu penyanyi kan?". Katanya setelah mengingat iqbaal itu siapa.

"Hahah lucu lo! Iqbaal itu guru musik disekolah sepupu gue". Oliv menyipitkan mata. "Terserah lo deh".  Seketika gue inget kaga-kata iqbaal kemaren malam

'Buat fans ku dan kamu hehe'.

YATUHAN JADI IQBAAL ITU ARTIS?!.

~~~~

Gue berada disekolah Ana. Gue sempetin waktu makan siang untuk kesini. Gue mencari 'ruang musik' siapa tau aja dia disana. Gue melihat dari kaca dipintu ia sedang mendetingkan gitar. Gue membuka pintu tersebut? Suara decitannya membuat iqbaal menoleh, ia tersenyum misterius. "Tumben datang kesini". Katanya sambil menaruh gitar disamping kursi. Gue tersenyum. "Lagi mau ketemu kamu aja". Gue menghampiri iqbaal. "Kita bicara diluar?". Tanyanya. Gue menggeleng. "Disini aja gak apa-apa kok". Ia menganggguk mengerti. Kita duduk dikursi. Hening. Hanya ada suara anak-anak SMA yg berteriak ataupun berbicara.

"Kamu ini sebenarnya apa sih?", tanya gue membuat alisnya menyatu. "Maksud kamu?".

"Hahaha guru musik atau artis?". Yang ditanya sempat kaget. "Haha kamu tau ya? Siapa yg memberitahumu?". "Temanku hehe, ohh jadi sekarang kamu jadi artis nih...". Gue menatapnya jail.

Dia tertawa. "Selain artis dan guru aku juga suka photography", jawabnya. "Multitalented ya kamu ternyata. Celebrity, Singer, teacher, Photographer. Wow! Gak nyangka". Gue berdecak kagum.

 "Wihhh pasti banyak ya artis-artis cantik ngedeketin kamu?". Iqbaal terkekeh. "Gak ada satupun yg membuatku tertarik". Jawabnya. Gue mengangguk.

"Le?" Ia memanggil nama gue, gue menoleh. "Iya?". Iqbaal mengelus pipi gue. Entah perasaan gue aja iqbaal mulai mendekatkan wajahnya. Yatuhan?!. Gue harus apa....???. Tapi gue penasaran gimana rasanya berciuman dengan iqbaal.

OH GOD!. Matanya lekat menatap mata gue, nafasnya teratur. I'm so dead. Please gak bisa ya ini di cancel dulu?. Gue gak siap, sumpah!.

 Iqbaal tersenyum misterius. "Kamu kenapa le?". Tanyanya, gue sempet diem dulu. "Gak ngapain-ngapain hehe". "You're blushing haha!!". "No, i didn't". "Yes , you did". Gue hanya tertawa kecil, iqbaal mengelus rambut gue.

"Nanti malam nonton yuk! Biar aku yg teraktir". Katanya. Gue pura-pura mikir. Emmm.... Gue mengangguk. "okey!".  Iqbaal tersenyum.

~~~~

Euhhh. Pondok Indah Mall 2.
Iqbaal hari ini keliatan super duper charming. Tshirt polos berwarna biru dongker, celana blue jeans, sepatu sneakrs warna putih.

 Huhu dia makin ganteng aja deh. Bener kata Oliv ' pasti cewek-cewek pengenlah jadi pacarnya'. Gak ada yg bisa nolak. Hush! Tenangkan diri lo le!

Rencananya kita mau nonton horor. Ini iqbaal kaya gak ada film lain apa ya?. Huh!. Di dalam teater semua orang disana menatap gue dan iqbaal.

Gue ngebayangin kalao gue nanti dicabik-cabik fansnya iqbaal karena gue dan ia dekat. Uuhh god please safe me;").

Film selesai. Kalian harus tau?! Gue sangat histeris menonton itu.

"Hahaha kamu pucat bgt? Takut ya?". Katanya sambil tertawa. Gue memutar bola mata. "Yaudah kita beli minum ya". Gue memgangguk kita keluar dari XXI. Sebenarnya gue merasa risih banyak pasang mata melihat gue dan iqbaal 'si artis ganteng idola para wanita'. Ohh.

"Kenapa sih?". Katanya. Gue tersadar dan menggelengkan kepala. "Ahh enggak kok". Saat disekolah dulu aja banyak cewe yg iri sm gue apalagi sekarang satu indonesia bisa-bisa sampe luar negri. Dunia ini akan kiamat!����

"Kamu laper gak?". Tanya nya. Gue mengangguk. "Makan nasi goreng pinggir jalan deket-deket sini aja gimana?". Gue kaget.

 "Eh masa artis makan dipinggir jalan, bisa-bisa reputasi kamu jadi artis paling ganteng di INDONESIA turun lagi".

Iqbaal terkekeh. "Lebay banget deh, enggak ayo!". Ia memegang tangan gue menuju parkiran.

Iqbaal melepas tangannya dari gue lalu menepuk atas kepala gue dengan lembut. "Kamu tunggu sini dulu ya aku mau ambil mobil". Gue tersenyum.

~~~

Akhirnya gue sampai dirumah, sudah berganti pakaian pergi menjadi pakai tidur. Eh dari gue belom sempet ngecek hp. Gue mengambil hape ditas lalu mengecek nya. Mata gue terbelalak. Aldi menelpon gue sampe 7x lalu mengirim pesan 4x.

Pesan ke 1 : malam ini ada acara?

Pesan ke 2 : dinner denganku

Pesan ke 3 : siap-siap ya. Aku lagi on the way rumah kamu. See you.

Pesan ke 4 : kamu gak ada dirumah ya?. Bales dong!

Ohhh yatuhannnn!!. Aldi ngajak dinner dan gue mengabaikannya. Tuhan. Gue menelponnya balik Tetapi tidak diangkat. Gue mencoba menelponnya lagi lalu gue berdiri, mondar-mandir dikamar.

'Ayo aldi angkat dong! Angkat!'.

Gak diangkat lagi.

~~~

Gue sedang pusing bukan hanya karena pekerjaan tetapi juga karena aldi. Gue mengusap-ngusap muka, frustasi. Ada yang berdehem dibelakang gue. Gue menoleh ternyata Aldi. Ia melipat tangannya didepan dada.

Gue tersenyum canggung. "Hai". Ia menatap gue dengan dingin. "Kamu...



MAAF APABILA ADA KE TYPO-AN ^_^. @wearecomatecjr @fremasiti

Especially For You

Gue berdiri berniat ingin melihat hujan diluar, betapa kagetnya gue melihat aldi berdiri disana dengan baju basah kuyup, kedinginan. Gue ambil payung lalu membuka pagar.

Gue menaruh payung diatas kepala kita. "Kenapa kamu bisa ada disini?". Tanya gue agak teriak. Dia menatap gue, matanya memancarkan kesedihan. "Aldi ada apa?". Tanya gue lagi.

"Tadi aku telpon kamu tetapi gak di angkat, dan aku berasumsi kalau kamu marah padaku, makanya aku berdiri disini sekarang". Gue kaget lalu mengingat kalau gue tadi menaruh hp di kamar dan ringtone nya tidak diaktifkan.

"Kenapa kamu gak datang?". Tanya nya. Gue menatap dia, wajah kita sangat dekat. "Aku... Aku bnyk kerjaan". Gue tidak menatap matanya. "Pekerja yg lain tetep datang walaupun bnyk kerjaan sama seperti kamu". Katanya membuat gue seakan tertampar.

"Kenapa le? Kenapa?". Desaknya membuat gue kesal.

"KARENA AKU GAK MAU MELIHAT ORANG YANG AKU CINTAI BAHAGIA DENGAN ORANG LAIN! PUAS?!". Ucap gue dengan nada tinggi, membuat gue tersengal-sengal.

 Aldi menarik pinggang gue secara tiba-tiba dan dengan cepat mencium bibir gue dengan lembut. Payung yang gue pegang terlepas, gue masih terdiam. Kissing in the rain. Uww uww. Ia masih mencium bibir gue menuntut untuk dibalas, gue agak berjijit lalu membalas ciumannya dengan lembut. Perlahan ia mulai melepaskan ciumannya. Kita bertatapan.

"Aku membatalkan pertunangan itu". Katanya membuat gue kaget. "Kenapa?". "Karena kamu gak datang makanya aku batalin". Gue mengernyit. "Tau alasannya knp kemaren aku meminta kamu untuk datang?". Gue menggeleng. "Karena kalau kamu datang berarti kamu mengikhlaskanku dengan tania, dan kalau kamu gak datang berarti kamu gak rela aku dengan tania, yang berarti kamu sangat mencintai aku sampe-sampe gak mau datang". Katanya dengan panjang lebar, gue mencubit pinggangnya.

"Aku kedinginan nih". Aldi mengigil kedingin. "Siapa suruh ujan-ujanan?". Gue berjalan duluan ke dalam rumah. "Eh le...". Ia berjalan dibelakang gue. Gue tersenyum kecil. Lelaki ini memang penuh kejutan.

~~~

"Nih teh nya". Gue menaruh didepan nya. Kita sudah berganti baju, aldi memakai baju gue yg kebesaran.

"Kamu habis mandi ya?". Tanya nya. Gue mengangguk. "Kamu harum banget soalnya aku suka". Gue hanya tersenyum lalu duduk disampingnya. Aldi lama-lama mendekat ke gue. "Mau ngapain deket-deket?". "Mau minta peluk hehe". Aldi tersenyum manis. Gue menghela nafas lalu memeluknya.

Kepala aldi ada dibahu gue, mukanya tertutup karena rambut panjang milik gue. "Hemm... Wangi banget. Kamu make sampo apansih?". Tanyanya sambil mengelus rambut gue. Gue hanya diam menikmati pelukan, wangi parfum nya memenuhi rongga paru-paru gue. Arrrr udah berapa lama kita pelukan? 30menit kayaknya.

"Ini mau sampai kapan aku dipeluk terus?". Tanya gue, aldi hanya bergumam. "Aldi lepas dong pelukannya". Kata gue membuat dia melepaskan pelukan. Aldi tersenyum membuat gue ikut tersenyum.

"Bagaimana dengan tania di? Apa dia baik-baik".

"Dia akan baik-baik aja, kamu gak usah khawatir".

"Tapi kasian tania dia udah ngesiapin semua itu tetapi batal",

"Dia gak sepenuhnya merancang semua itu. Kamu gak usah peduliin dia".

"Pasti besok gosip tania batal tunangan ada ditv deh, aku yakin".

~~~

Berkerja! Bekerja!. Yuhuuu~. Gue sedang membuat desain layout. Tiba-tiba ada yg menupuk pundak gue. Belom sempet gue menoleh ia sudah berbiara ditelinga. "Ikut gue ke kamar mandi". Gue menegang itu suara tania, gue menoleh dengan takut. Ternyata benar dia tania, ia menatap gue dengan angkuh. "Ayo!". Dia jalan duluan.

Sampai dikamar mandi, kita melihat diri sendiri dicermin. Ahh gue benci berada disamping tania, gue seperti terimidasi

"Lo sengaja buat acara pertunangan gue rusak hah?!". Ucapnya tiba-tiba. Gue menggeleng. "Maksud lo? Gue gak ngerti tan". Ia menepis tangan didepan gue.

 "Heloow lo itu cewek pembawa sial! Gak seharusnya lo deket-deket gue dan aldi!. Lo itu arrrghh... Gue benci sama lo!". Tania menarik rambut gue lalu mendekatkan mulutnya ke telinga gue, gue meringis kesakitan

"Jangan harap lo bisa dapetin aldi, karena aldi hanya milik gue!". Dia mendorong gue tapi untungnya gue gak jatoh.

Gue menatapnya tajam. "Gue hanya memberitahu lo ya tan kalau gue tau apa yg aldi ingin kan dan ia cintai". Jawab gue membuatnya kesal.

Gue melirik jam sesaat. "Sepertinya saya ada pekerjaan lain, emmm... Lebih baik anda... Ups masuk saya syatania herawan terhormat keluar dari kantor ini karena saya tau aldi pasti tidak mengharapkan kehadiran anda disini". Gue tersenyum ramah.

"Liat aja cewek pembawa sial nanti gue akan balas!". Ia menutup pintu kamar mandi dengar kasar. Gue tersenyum sinis. Rasakan!.

~~~

"Tadi aku bertemu tania". Ucap gue tenang. Gue dan aldi sedang berada dimobil dalam perjalanan pulang.

"Oh". Katanya datar. Gue mengerucutkam bibir. "Kok 'oh' doang sih". Jawab gue pura-pura kesel. Aldi membelokkan setirnya ke kanan lalu melirik gue.

 "Loh memangnya aku harus apa?"

Gue memutarkan bola mata, tidak menatapnya melainkan menatap jalannya. "Dikit-dikit ngambek, dikit-dikit marah, jangan gitu dong le". Gue menatapnya tajam. "Whatever".

Aldi menginjak rem mobilnya, kita sampai didepan rumah gue. Gue dan aldi mau keluar, tetapi gue undur lalu kembali duduk kembali. "Kamu lebih baik gak usah turun dari mobil, aku bisa masuk sendiri kerumah". Gue menatapnya sinis lalu keluar mobil.

"Eh...tapi le..". Aldi ikut keluar dari mobilnya lalu menahan tangan gue.

"Kamu marah sama aku gara-gara hal tadi? Oh come on lea jangan seperti anak kecil". Katanya membuat gue semakin marah.

 "Apa kamu bilang aku seperti anak kecil?! Siapa yg seperti anak kecil aku atau kamu?!".

Aldi menatap gue gak percaya. "Kita bisa bicarakan baik-baik le". Katanya sambil memegang kedua tangan gue tapi gue menepisnya.

"Aku gak mau buang-buang energi cuman karena hal ini, mending kamu pulang!". Kata gue lalu masuk kerumah. Aldi memanggil nama gue berkali-kali tapi gue acuhkan.

~~~~

Demi tuhan rasanya gue males banget untuk ke kantor. Isshh!.

"Waduh kayaknya ada yang lagi kesel nih". Gue tau itu suara Oliv. "Kata siapa? Enggak kok". Jawab gue acuh. "Bener?ahhh gue tau lo lagi marahan ya sama pak bos?". Katanya sambil menyipitkan mata.

Gue menggeleng. "Gak sih!".

"Masa sih? Emm... Tadi pagi si indra sm ari kena marah sama pak bos, lo tau sendiri kan ari sm indra itu pekerja kesayangan bos pasti gak pernah di marahin, kok kali ini dimarahin ya? Anehh... Gue rasa dia lagi kena nama nya 'emosi' gara-gara berantem sama pacar nya hehe".

Gue menatapnya tajam. "Gak usah sok jadi peneliti gitu deh liv". Gue kembali menatap layar komputer.

"Kenapa bisa berantem sm pak bos? Tumbenan". Katanya sambil menatap gue dari belakang.

Gue hanya diam. "Kok diam aja sih?". Tanya nya dengan nada bercanda. Yatuhan rasanya gue pengen banget menimpuk oliv dengan high heels.

Hp gue berdering, ada telpon dari aldi. "Wihh ditelpon tuh, angkat le. Jangan sampe pak bos marah-marah tiap hari gara-gara kalian berantem". Gue menatapnya tajam lalu mengangkatnya.

"Kita makan siang bareng ya?".

"Ohhh maaf aku makan bareng temen, lebih baik kamu makan dengan orang lain".

Gue mau menutup telpon tetapi aldi berbicara. "Ayolah le jangan marah terus" katanya, sebenarnya gue merasa iba.

"aku tunggu dilobby 10menit lagi ya". "No! 20menit lagi". Sangkal gue dengan kesal.

"Okey-okey 20menit lagi". Gue menutup telpon itu lalu menatap Oliv, sedang cengar-cengir.

"Kenapa lo?". Oliv menggeleng sambil tertawa. "Lucu aja sama hubungan lo dan pak bos".

 Gue memutar bola mata. "Eh btw tania gimana pas dibatalin tunangan nya?". Gue mengangkat bahu. "Gue gak tau. Aldi gak cerita". Oliv mengangguk-ngangguk.

 "Baguslah pak bos batalin itu, dia lebih cocok sama lo le, sumpah". Katanya dengan sungguh-sungguh. Gue hanya tersenyum kecil.


HAHAHA udah 30 menit dan gue belom turun ke lobby. Lebih baik gue gak makan siang daripada harus ketemu aldi.

"Kenapa belom turun juga? Katanya 20menit". Suara yang gue kenal itu keluar, gue menoleh. Aldi. Gue menatapnya tajam. "Aku gak punya banyak waktu". Katanya sambil melirik arlojinya. Gue berdecak kaget. Ish!. "Jadi atau tidak?". Tanya dengan dingin. Gue menghela nafas, mengambil tas lalu berjalan duluan ke lobby.

Didalam mobil kita hanya diam. Ia memberhentikan mobilnya dipinggir jalan. Mau ngapain coba?huh!.

"Okey ini semua salahku, aku minta maaf". Katanya tiba-tiba, membuat gue menoleh ke dia. Mata kita bertemu, gue seakan terperangkap dalam tatapan itu. "Aku minta maaf le". Ia memegang tangan gue. Gue tersenyum . "Enggak seharusnya aku yang minta maaf, cuman karena masalah kecil aku besar-besarkan. Sorry". Aldi mengelus rambut gue. "Aku senang kita gak marahan lagi".


~~~

Gue turun kebawah karena kata Ana ada iqbaal, dia mau ngapain kesini?. Gue hanya memakai baju lalu dilapisi cardigan, celana pendek selutut.

"Eh baal, ada apa malem-malem kesini?". Iqbaal berdiri setelah melihat gue. "Ahh aku cuman mau kamu komentari lagu buatan aku". Gue mengangkat alis lalu duduk. Iqbaal tersenyum lalu membuka sarung gitarnya. Ia mencoba-cona senar gitarnya terlebih dahulu.

"Okey". Katanya tersenyum ke gue lalu, mulai mendetingkan gitarnya.

Ku mencoba jadi yang terbaik
Ku mencoba jadi nomor satu
Ku mencoba jadi pendamping mu
Ku mencoba selalu

Jutaan manusia di dunia
Hanya ada satu untukku
Ku yakin itu pasti dirimu
Ku yakin itu selalu

Tapi ku takut mengecewakanmu
Tak ingin membuat mu menangis
Karna kamu lah yang ku tunggu
Oooo..

Aku ini milikmu
Dan kamu ini milikku kasih
Kitakan selalu bersama
Melewati semua berdua

Aku ini milikmu
Dan kamu ini milikku kasih

Kitakan selalu bersama
Melewati semua berdua berdua berdua

Uwwww liriknya so sweet banget. Iqbaal memberhentikan nyanyi dan suara gitarnya. "Bagus tidak?". Gue mengangguk. "Suara kamu makin bagus aja. Oh ya lagu itu buat siapa? ". Dia tersenyum malu. "Buat fans ku dan kamu hehe". Gue kaget, dia bikin lagu untuk gue?!. Ihhh��. "Thanks, udah bikin lagu untuk aku". Jawab gue dengan canggung. "Sama-sama". "Eh btw kamu bilangan apa tadi fans? Memangnya kamu punya fans?". Tanya gue. Dia hanya tersenyum. Hening. "Aku kira aldi akan benar-benar bertunangan dengan tania". Dia menghela nafas lalu menatap gue. "Kalau dia benar-benar melakukan itu seenggaknya aku masih bisa miliki kamu". Jawabnya membuat gue kaget.

"You love him and he love you. Kalian benar-benar cocok". Iqbaal menatap gue dengan bahagia.


~~~~

"Ya ampun le! Ini cowok ganteng amat. Siapa elo?". Tiba-tiba ia menyodorkan hp milik gue.

 "Iqbaal. Temen gue. Knp?". Jawab gue sambil menguyah keripik potato. Kita berada diruangan Tv kost-an Oliv.

"Dia single?". Tanyanya lagi, gue memgangguk sambil menatap layar tv. "Bisa kalih lo comblangin gue sama dia". Katanya sambil menaik-turunkan alisnya.

Gue menatapnya tajam, lalu mengepalkan tangan didepan wajahnya. "Nih!". Dia mendegus. "Yeee emangnya knp? Lagipula dia single gue single, cocokkan?". "Sejak kapan lo single? Lo kan udah punya pacar, siapa namanya? Si Angga ya kan?".

Gue menatapnya, Oliv sedih gitu. "Gue udah putus sama dia 2 hari lalu. Dan mumpung gue lagi single, nah kan bisa tuh gue sama iqbaal".

Gue menggelengkan kepala. "Langkahin dulu mayat gue!". Jawab gue sambil memasukan keripik potato ke mulut. Olivia kembali mendengus.

"Aduhhh ganteng banget sih iqbaal inih, coba aja dia jadi pacar gue, gue yakin hidup gue akan bahagia". Oliv berbicara dengan foto iqbaal.

"Dulu iqbaal itu mantan gue pas SMA". Jawab gue membuat Oliv tersentak kaget.

"Serius lo?! Terus siapa yg putusin diantara kalian?". "Gue". Kata gue dengan nada datar. Oliv menganga. "Kenapa lo?". Tanya gue melihat eksperesi Oliv.

"Gue kalau jadi lo gak akan mutusin tuh iqbaal. Gila dia ganteng amat le, pasti cewek-cewek pengenlah jadi pacarnya".

Gue hanya mendengus, dasar Oliv liat cowok ganteng dikit langsung di embat.

"Btw ya gue pernah liat dia deh... Dimana ya?". Kata Oliv sambil memikir.


"Ahhh dia itu penyanyi kan?". Katanya setelah mengingat iqbaal itu siapa.

"Hahah lucu lo! Iqbaal itu guru musik disekolah sepupu gue". Oliv menyipitkan mata. "Terserah lo deh".  Seketika gue inget kaga-kata iqbaal kemaren malam

'Buat fans ku dan kamu hehe'.

YATUHAN JADI IQBAAL ITU ARTIS?!.

~~~~

Gue berada disekolah Ana. Gue sempetin waktu makan siang untuk kesini. Gue mencari 'ruang musik' siapa tau aja dia disana. Gue melihat dari kaca dipintu ia sedang mendetingkan gitar. Gue membuka pintu tersebut? Suara decitannya membuat iqbaal menoleh, ia tersenyum misterius. "Tumben datang kesini". Katanya sambil menaruh gitar disamping kursi. Gue tersenyum. "Lagi mau ketemu kamu aja". Gue menghampiri iqbaal. "Kita bicara diluar?". Tanyanya. Gue menggeleng. "Disini aja gak apa-apa kok". Ia menganggguk mengerti. Kita duduk dikursi. Hening. Hanya ada suara anak-anak SMA yg berteriak ataupun berbicara.

"Kamu ini sebenarnya apa sih?", tanya gue membuat alisnya menyatu. "Maksud kamu?".

"Hahaha guru musik atau artis?". Yang ditanya sempat kaget. "Haha kamu tau ya? Siapa yg memberitahumu?". "Temanku hehe, ohh jadi sekarang kamu jadi artis nih...". Gue menatapnya jail.

Dia tertawa. "Selain artis dan guru aku juga suka photography", jawabnya. "Multitalented ya kamu ternyata. Celebrity, Singer, teacher, Photographer. Wow! Gak nyangka". Gue berdecak kagum.

 "Wihhh pasti banyak ya artis-artis cantik ngedeketin kamu?". Iqbaal terkekeh. "Gak ada satupun yg membuatku tertarik". Jawabnya. Gue mengangguk.

"Le?" Ia memanggil nama gue, gue menoleh. "Iya?". Iqbaal mengelus pipi gue. Entah perasaan gue aja iqbaal mulai mendekatkan wajahnya. Yatuhan?!. Gue harus apa....???. Tapi gue penasaran gimana rasanya berciuman dengan iqbaal.

OH GOD!. Matanya lekat menatap mata gue, nafasnya teratur. I'm so dead. Please gak bisa ya ini di cancel dulu?. Gue gak siap, sumpah!.

 Iqbaal tersenyum misterius. "Kamu kenapa le?". Tanyanya, gue sempet diem dulu. "Gak ngapain-ngapain hehe". "You're blushing haha!!". "No, i didn't". "Yes , you did". Gue hanya tertawa kecil, iqbaal mengelus rambut gue.

"Nanti malam nonton yuk! Biar aku yg teraktir". Katanya. Gue pura-pura mikir. Emmm.... Gue mengangguk. "okey!".  Iqbaal tersenyum.

~~~~

Euhhh. Pondok Indah Mall 2.
Iqbaal hari ini keliatan super duper charming. Tshirt polos berwarna biru dongker, celana blue jeans, sepatu sneakrs warna putih.

 Huhu dia makin ganteng aja deh. Bener kata Oliv ' pasti cewek-cewek pengenlah jadi pacarnya'. Gak ada yg bisa nolak. Hush! Tenangkan diri lo le!

Rencananya kita mau nonton horor. Ini iqbaal kaya gak ada film lain apa ya?. Huh!. Di dalam teater semua orang disana menatap gue dan iqbaal.

Gue ngebayangin kalao gue nanti dicabik-cabik fansnya iqbaal karena gue dan ia dekat. Uuhh god please safe me;").

Film selesai. Kalian harus tau?! Gue sangat histeris menonton itu.

"Hahaha kamu pucat bgt? Takut ya?". Katanya sambil tertawa. Gue memutar bola mata. "Yaudah kita beli minum ya". Gue memgangguk kita keluar dari XXI. Sebenarnya gue merasa risih banyak pasang mata melihat gue dan iqbaal 'si artis ganteng idola para wanita'. Ohh.

"Kenapa sih?". Katanya. Gue tersadar dan menggelengkan kepala. "Ahh enggak kok". Saat disekolah dulu aja banyak cewe yg iri sm gue apalagi sekarang satu indonesia bisa-bisa sampe luar negri. Dunia ini akan kiamat!����

"Kamu laper gak?". Tanya nya. Gue mengangguk. "Makan nasi goreng pinggir jalan deket-deket sini aja gimana?". Gue kaget.

 "Eh masa artis makan dipinggir jalan, bisa-bisa reputasi kamu jadi artis paling ganteng di INDONESIA turun lagi".

Iqbaal terkekeh. "Lebay banget deh, enggak ayo!". Ia memegang tangan gue menuju parkiran.

Iqbaal melepas tangannya dari gue lalu menepuk atas kepala gue dengan lembut. "Kamu tunggu sini dulu ya aku mau ambil mobil". Gue tersenyum.

~~~

Akhirnya gue sampai dirumah, sudah berganti pakaian pergi menjadi pakai tidur. Eh dari gue belom sempet ngecek hp. Gue mengambil hape ditas lalu mengecek nya. Mata gue terbelalak. Aldi menelpon gue sampe 7x lalu mengirim pesan 4x.

Pesan ke 1 : malam ini ada acara?

Pesan ke 2 : dinner denganku

Pesan ke 3 : siap-siap ya. Aku lagi on the way rumah kamu. See you.

Pesan ke 4 : kamu gak ada dirumah ya?. Bales dong!

Ohhh yatuhannnn!!. Aldi ngajak dinner dan gue mengabaikannya. Tuhan. Gue menelponnya balik Tetapi tidak diangkat. Gue mencoba menelponnya lagi lalu gue berdiri, mondar-mandir dikamar.

'Ayo aldi angkat dong! Angkat!'.

Gak diangkat lagi.

~~~

Gue sedang pusing bukan hanya karena pekerjaan tetapi juga karena aldi. Gue mengusap-ngusap muka, frustasi. Ada yang berdehem dibelakang gue. Gue menoleh ternyata Aldi. Ia melipat tangannya didepan dada.

Gue tersenyum canggung. "Hai". Ia menatap gue dengan dingin. "Kamu...



MAAF APABILA ADA KE TYPO-AN ^_^. @wearecomatecjr @fremasiti

Sabtu, 14 Desember 2013

Especially For You



* 3 bulan kemudian*

Sudah hampir 2 hari ini gue liat di berita infotaiment, berita online, majalah wanita, tentang jelang pertunangan syatania herawan & seorang direktur yang 1 minggu lagi digelar. ARRRRR!!! Gue rasa yg dimaksud 'seorang direktur' itu adalah alvaro maldini. Hhh... Lalu Gue membuka salah satu berita online wanita dilayar komputer kantor. Ada video berjudul

"Syatania akan bertunangan dengan salah satu direktur terkenal dijakarta".

Gue mengklik video itu, wajah tania yg di close up dan disitu tania keliatan sangat cantik.

"Apa benar mbak tania akan bertunangan?". Tanya salah satu wartawan. Tania tersenyum bahagia. "Iya mbak, doain ya semoga lancar".

"Siapa orang yang beruntung mendapatkan mbak?".

Dia tersenyum misterius. "Ada deh mas, nanti mas juga tau. Saya dan dia udah kenal lama , malah dari kecil".

"Jadi ini semacam perjodohan?".

"Ahh bukan perjodohan kok". Tania tersenyum. "Saya dan dia saling mencintai". Lanjutnya membuat gue tersedak.

'Apa?! Gak salah dengar nih gue? SALING MENCINTAI?. Aldi gak cinta lo kali!'. Ucap gue dalam hati sambil memukul-mukul layar komputer. Kalo bukan punya kantor mungkin komputer ini udah gue banting dan hancur kan (untung gue masih punya hati yang lembut��)

"Lo kenapa le? Marah-marah sendiri didepan komputer". Tiba-tiba oliv sudah berdiri dibelakang gue. Gue rasa dia sudah memperhatikan gue lama. Gue menutup berita online itu dan membalikan kesemula. Lalu menatap oliv

"Gak apa-apa". Jawab gue.

Oliv mengangkat alis. "Ahhh bilang aja lo kesel pak bos tunangan sm pacarnya yg artis itu ya kan?", tanyanya sambil menaik turunkan alis. Gue menyipitkan mata.

"Nuduh! Ya gak lah".

"Alah le, bilang aja deh". Katanya, gue menatap oliv seperti ingin membunuhnya.

"Bytheway ya le tania emang cantik, body nya behh.. Bikin gue iri tapi gue rasa dia sm pak bos gak cocok". Komentarnya.

Gue mengangkat alis. "Kenapa lo bisa bilang kaya gitu?". Oliv hanya mengangkat bahu. "Gak tau, pokoknya gak cocok aja". Gue masih menatap Oliv.

"Dari pada lo natep gue yg cantik ini, mending kita makan soto ayam didekat sudirman yuk!". Gue melotot lalu melempar kertas tepat didepan mukanya. Oliv terkekeh. Kita turun ke lift untuk makan siang bareng.

~~~

"Aku lihat akhir akhir ini kamu sering melamun, Le". Kita berada di teras kost Alex, yg ia tempati 2bulan lalu. Kemudian ia duduk samping gue. Gue hanya tersenyum. "Aku gak apa-apa, bnyk bgt pekerjaan yg belom aku selesai kan".

"Mending kita ibadah bareng". Katanya sambil menatap gue. Gue dan Alex emang udah jarang ibadah ke gereja bareng semenjak sibuk kerja. Gue mengangguk. Ia menarik tangan gue ke sebuah ruangan kecil. Alex bilang ini tempat ibadahnya walaupun kecil yg penting bisa berdoa ke tuhan.

Kita berdua duduk disofa panjang berwarna biru muda lalu mulai berdoa. Bukannya berdoa gue malah melihat Alex berdoa. Ia menutup kedua tangannya, matanya tertutup, mulutnya berbicara sesuatu yg gak bisa gue dengar. Ahhh terasa benar-benar nyaman. Saat Alex sudah ingin mengakhiri doa nya, gue baru berdoa.

Gue selesai berdoa, ternyata Alex memperhatikam gue daritadi. Ia tersenyum. "Lebih enak?". Tanyanya.  Gue mengangguk sambil tersenyum.

"Lea..". Katanya membuat gue menoleh ke arahnya. "Aku punya sesuatu buat kamu". Lanjutnya lalu mengeluarkan sesuatu dari dalam saku celana. Gue melongo, Alex tersenyum lalu membuka kotak kecil berwarna merah. Ia mengambil cincin itu lalu menyematkannya dijari gue.

"Aku janji aku akan menikahi kamu kalau aku sudah mapan, aku janji, Le". Ucapnya serius. Mata gue sudah berkaca-kaca. Yatuhan Alex, gue nyangka akan seperti ini.

"Kamu mau kan menikah denganku nanti?". Tanya nya tepat dibola mata gue, gue mengangguk. Tanpa bisa gue cegah lagi air mata gue turun dengan mudahnya. Alex menghapus air mata gue dengan lembut.

"Udah dong jangan nangis". Katanya

"Ihh! Ini tuh nangis bahagia tau". Ucap gue dengan kesal, Alex terkekeh. Gue menghapus air mata.

"Lea". Alex memegang dagu gue. Gue mengangkat alis. Sebenarnya gue tau apa yang dia maksud. Alex mencium bibir gue dengan lembut.

~~~

Kalau boleh jujur gue merasakan hari ini rasanya agak beda ya?. Bodolah. Gue harus menyelesaikan pekerjaan.

Hp gue berdering. Gue mengambil hp dengan malas lalu membuka nya.

Dari: ALEX GANENDRA
aku harus balik ke yogya, ibuku sakit. Oh ya aku ke Yogya naik kereta, mobilku ada dibengkel depan kostan. Aku titip ya!. Jangan nakal kalau gak ada aku loh. I love you sweetheart. Bye:-).

Gue tidak membalasnya, melainkan melamun. Arrrghh knp sih dengan gue akhir-akhir?!.

"Le dipanggil pak bos tuh diruangannya". Oliv tbtb muncul dikubikel gue.

"Ya ya nanti gue kesana".

"Lo kenapa sih le? Sensi amat". Tanyanya sambil merangkul. Gue melepas rangkulan Oliv.

"Udah ah, jijik gue lama-lama sama lo". Gue jalan begitu aja meninggalkan oliv yg sambil tertawa.

Gue mengentuk pintu lalu masuk keruangan itu. "Ada apa?". Tanya gue. Tiba-tiba aldi mengasih sebuah kartu gitu. "Acara pertunanganku, aku harap kamu datang hari minggu besok". Katanya dengan datar. Gue melihat kartu itu lama.

Yang benar saja gue datang ke acara pertunangannya, aarr gue rasanya ia ingin membuat gue menangis 7 hari 7 malam karena melihat dia dan tania bahagia. No!. Gue tersenyum lalu mengambil kartu itu. Dan gue bersumpah tidak akan mendatangi pesta pertunangan Aldi dan Tania. Gak akan!.

"Baru kamu doang yang aku kasih kartu itu". Katanya tiba-tiba. Gue hanya mengangguk-ngangguk.

"Itu cincin dari siapa? Pacarmu?". Tanya aldi sambil menatap cincin dijemari gue.

"Oh ya ini dari Alex, dia akan menikahi aku". Aldi sempet melotot. "Sungguh?! Dia akan menikahi kamu?!", kata aldi dengan nada tinggi. Gue mengangguk. Aldi menghela nafas. "He was lucky". "Gak ah kamu lebih beruntung mendapatkan tania". Ucap gue membuat aldi diam saja.


~~~

Fiuhh akhirnya pulang kerja juga.

"Le gue duluan, pacar gue udah jemput. Byee". Gue hanya mengangguk sambil memasukan beberapa kerta lembar ke tas, setelah semua beres gue berjalan ke arah lift.

"Lea tunggu!". Aldi. Gue menahan pintu agar tidak tertutup. Ia sudah didalam lift.

"Kamu dijemput Alex ya?". Tanya nya. Gue menggeleng. "Gak. Alex ke Yogya". Aldi mengangguk-ngangguk. "Kalau pulang bareng aku mau?". Tanyanya. "Gak ah, bisa-bisa besok nama aku terpampang diberita online 'calon tunangan syatania bersama wanita lain' hahaha". Aldi terkekeh. "Gak segitunya juga le". Gue hanya tersenyum. "Aku bisa naik taksi". "Ayolah, Le mau ya?". Aldi sudah memaksa gue bisa apa?. Gue mengangguk.

~~~

Gue sudah didepan rumah, aldi mengantar gue sampai didepan gerbang.

"Makasih ya". Ucap gue sambil tersenyum. Aldi mengangguk. Tiba-tiba hp gue berdering. Gue melihat nama di layar hp. Tante retno. Tumben dia nelpon gue.

"Halo tante. Tante apa kabar? Udah baikkan ?". Ucap gue dengan sopan.

"Lea....". Gue rasa tante retno menangis.

"Tante gak apa-apa?". Kata gue dengan panik.

"Terjadi sesuatu dengan...".


(Aldi part) gue ada didepan mobil, memerhatikan lea berbicara sesuatu dengan entah siapa. Dan seketika lea menangis. Gue panik dan mendekati dia.

"Lea ada apa?!". Lea linglung, hp yg dipegang nya ingin jatuh tapi secepat kilat gue menangkap hp nya. "Bilang padaku ada apa?!". Lea menatap gue horor, air matanya tetap turun.


"Alex...alex!!".

"Ada apa dengan dia?".

"Dia... Dia udah gak ada". Lea menutup mukanya lalu menangis, bahunya berguncang. Gue sempet diam sejenak lalu memeluk lea, walaupun lea tidak membalas gue tetep seneng akhirnya gue bisa memeluk dia.

"Alex udah gak ada aldi, alex ninggalin aku. Dia jahat!". Lea memukul dada gue. Gue memeluknya lebih erat, sehingga dia tidak bisa memukul gue lagi.

Hampir 15menit kita berpelukan didepan rumah lea. Lea melepaskan pelukan kita.

"Aku harus balik ke Yogya malam ini juga". Katanya. "Naik apa?". "Aku bisa naik mobil Alex". Gue mengangkat alis. "Kamu mau mengedarai dalam keadaan seperti ini?". Gue langsung menggeleng. "Gak! Biar aku antar kamu ke Yogya". Lea menatap gue. "Gak usah aldi".

"Kamu mau siap-siap dulu?"  Tanya gue. Dia menggeleng. "Yasudah ayo kita berangkat".

~~~

 (Lea Part)

jam 2 dini hari kita sampai Yogya. Gue dan aldi turun dari mobil. Gue lihat masih ramai didalam rumah Alex. Gue masuk kedalam rumah itu. Ada peti dan ada foto Alex didekat peti tersebut. Air mata gue jatuh kembali.

"Lea?". Tante retno menghampiri gue. Mukanya pucat, matanya bengkak karena menangis terus.

"Tante!". Gue dan tante retno berpelukan. Aldi hanya menatap gue. Tante retno tersenyum ke aldi. Gue dan aldi menghampiri peti berwarna putih itu.

Gue menangis (lagi). Didalam peti itu terdapat Alex, ia memakai jas lengkap dengan sepatu. Mukanya penuh bekas luka akibat kecelakaan kereta yg menyebabkan beberapa orang tewas termasuk Alex. Gue mengelus mukanya dengan lembut.

'Tuhan! Bilang ini mimpi! Gue mimpi! Mimpi!'.

Gue udah gak bisa melihat matanya yg biru itu.

~~~

"Mending kamu pulang aldi". Ucap gue. Kita duduk dikursi. Dia menggeleng. "Kita pulang bareng-bareng ke Jakarta ya".

"Nanti tania mencarimu". Kata gue dengan lemah. Dia memegang atas tangan gue. "Aku gak peduli dengan tania, aku lebih peduli dengan kamu". Gue hanya tersenyum. Pukul 5 dini hari.

"Minum". Tiba-tiba aldi menyodorkan aqua gelas. Gue menerimanya lalu meminumya hingga habis.

~~~

'Aku turut berduka cita atas kematian Alex'. Sebuah sms dari iqbaal. Gue dan Aldi dijalan menuju Jakarta. Pemakaman Alex dilaksanakan tadi siang. Malamnya gue dan Aldi pulang kejakarta.


~~~

"Kamu jangan banyak mikir ya, langsung tidur okey. Oh ya Jangan lupa makan dulu". Aldi membelai rambut gue.

"Besok kamu cuti dulu aja sehari. Istirahat yang cukup ya". Aldi masuk kedalam mobilnya dan gue masuk kedalam rumah.

"Kak lea?". Tiba-tiba Ana berdiri dan menghampiri gue. Gue hanya membalas senyuman. "Apa bener kak Alex...". "Iya benar, Na". Ana langsung memeluk gue. "Yang sabar ya kak Lea". Gue hanya mengangguk lalu melepaskan pelukan. "Kakak mau istirahat dulu ya Na". Ana mengangguk, gue kenaikin tangga dengan lemas.

~~~

Pagi hari. Gue gak nafsu makan jadi gue tetep dikamar menatap langit-langit kamar. Gue jadi teringat pesan terakhir Alex.

'Jangan nakal kalau gak ada aku loh!'.

Gue tersenyum pahit.

"Kak lea ada kak iqbaal, dia mau jenguk kakak". Tiba-tiba suara Ana dibalik pintu kamar gue.

"Masuk aja". Ucap gue. Tidak lama denger decitan suara pinti terbuka. Gue menguba posisi tiduran menjadi duduk ditepi tempat tidur. Iqbaal juga mengikuti gue.

"Kamu baik?". Tanyanya setelah duduk. Gue tersenyum. "Never been better". Jawab gue. Iqbaal mengangguk.

 "Semua orang disekolah tau kalo alex meninggal. Mereka juga sedih".

"Aku masih gak percaya, apa yg terjadi sekarang".

"Kita gak ada yang tau kapan kematian akan menghampiri". Ceramah iqbaal.

"Iqbaal..". Gue menggantung kalimat, yg dipanggil menoleh. "Kamu mau mengantar ku ke kostan Alex?". Lanjut gue, iqbaal mengangguk.

~~~~

Gue menghela nafas saat didepan kamar kostan Alex. Untung Alex menitip kunci nya ke pemilik kost-an.

Gue membuka pintu tersebut. Hal pertama yg gue rasakan adalah mencium bau parfum Alex menyebar diruangan ini.

"Masuk baal". Ucap gue ke iqbaal, iqbaal mengangguk.

"Aku mau ambil barang-barang Alex disini, ada beberapa barang yang harus aku kasih ke Yogya dan aku simpan, sebagai kenangan". Gue membuka lemari Alex. Iqbaal merapikan rak-rak DVD/VCD punya Alex lalu memasukan nya kedalam tas.

"Le sini!".  Ucap iqbaal didepan layar TV. Gue menghampiri iqbaal. Ternyata iqbaal menyetel CD first annivesarry gue dan Alex.

"Ini Alex?". Tanya nya. Gue mengangguk. "Itu pas Annivesarry aku dan Alex yg ke satu tahun, dia menyanyikan aku sebuah lagu". Ujar gue. Dalam video itu alex tersenyum dengan bahagia , ia juga memangku gitar.

"happy annivesarry yang ke 1 Lea priscasari semoga yang kita impinkan terwujud dan dikabulkan tuhan, aku mau nyanyi buat kamu. Dengar ya". Alex mulai mendentingkan gitarnya dengan lincah.


��You're just too good to be true
Can't take my eyes off of you
You'd be like heaven to touch
I wanna hold you so much
At long last love has arrived
I thank God I'm alive
You're just too good to be true
Can't take my eyes off of you

Pardon the way that I stare
There's nothing else to compare
The sight of you leaves me weak
There are no words left to speak
But if you feel like I feel
Please let me know that it's real
You're just too good to be true
Can't take my eyes off of you


I love you, baby!
And if it's quite alright
I need you, baby
To warm a lonely night
I love you, baby
Trust in me when I say
Oh, pretty baby,
Don't bring me down, I pray
Oh, pretty baby,
Now that I found you, stay
And let me love you, baby,
Let me love you.

You're just too good to be true
Can't take my eyes off of you
You'd be like heaven to touch
I wanna hold you so much
At long last love has arrived
I thank God I'm alive
You're just too good to be true
Can't take my eyes off of you

I love you, baby!
And if it's quite alright
I need you, baby
To warm a lonely night
I love you, baby
Trust in me when I say
Oh, pretty baby,
Don't bring me down, I pray
Oh, pretty baby,
Now that I found you, stay
And let me love you, baby,
Let me love you.


I need you, baby!
Well won't you come stay
Oh. pretty baby.
Now that I found you, stay
And let me love you, baby.
Let me love you.��


Lagu itu terhenti dan divideo terakhir alex bilang dia mencintai gue. Tanpa sadar gue mengeluarkan air mata. Iqbaal menghapus air mata gue.

"Kau tau rasanya jadi kamu". Katanya dengan iba.

"Aku boleh peluk kamu?" Tanya gue, iqbaal mengangguk lalu membentangkan tangannya. Gue memeluknya erat.

"Aku harap kamu gak nangis terus akibat Alex". Suara iqbaal tepat dibelakang telinga gue.

Banyak sekali hadiah yang Kita saling beri dari mulai hadiah natal, ulang tahun dan annivesarry. Hadiah- hadiah yang gue berikan ke Alex akan gue bawa pulang sebagai kenangan.
~~~

Dengan sangat terpaksa gue ke kantor dengan muka habis menangis. Rawr!. Sampai dikubikel gue duduk menatap layar komputer dengan kosong. "Le?". Gue menoleh , Oliv. "Gue denger pacar lo meninggal, gue ikut sedih". Katanya sambil mengusap bahu gue. "Makasih liv". Ucap gue.

"Pak bos ada diruangan nya liv?". Tanya gue. Oliv menggeleng. "Enggak dia ke singapura dari kemaren pulang besok kayaknya". Gue mengangguk-ngangguk. "Emangnya knp?". Tanya nya karema gue hanya diam. "Ahh enggak apa-apa". Gue tersenyum dengan kepaksa.

"Oh ya pak bos nyuruh gue buat ngobrol tentang apapun biar lo gak sedih, dan nyuruh gue untuk ngajak lo makan siang bareng gue di mana aja, nanti dia ganti uang gue yg dipakai makan siang itu".

Oliv tersenyum misterius. "Pak bos kayaknya punya rasa sama lo Le". Gue mendorong kepala Oliv pelan.

"Gak usah gosip deh Liv". Dia hanya terkekeh. Kalau aldi pulang hari besok, berarti H-1 hari pertunangannya. Apa dia gak ikut urus acara pertunangan itu dengan tania?. Bodo amat lah.

Hp ditas gue berdering, gue melihat nama aldi.

"Cie ditelpon pak bos". Kata oliv sambil nyegir gak jelas. Gue hanya menatap Oliv tajam lalu mengangkat telpon itu.

"Halo le". Ia menyapa gue duluan.

"Hay juga. Kamu disingapura?". Tanya gue lalu menatap Oliv, ia masih disana menatap gue dengan cengiran itu lagi. Rasanya gue pengen banget lempar dia dengan sepatu high heels yg gue pake sekarang. Btw ya nelpon dari singapura ke indo lumayan mahal.

"Iya. Kamu sudah makan?". Tanyanya. Gue diam sejenak.

"Kamu sudah makan belum?". Tanya nya lagi.

"Emm... Ya udah kok". Hening. "Aldi aku mau nanya boleh?". Gue mengigit bibir, sebenarnya gue ragu buat nanya ini, karena gue penasaran knp gak di coba?.

"Mau nanya apa?". Ia terkesan sangat santai banget.

"Apa kamu gak ikut mengurus acara pertunangan itu?". Setelah gue bertanya aldi sempet diam. Entah kenapa kalau ditanya soal tania pasti aldi akan tersinggung atau gak menanggapinya dengan diam.

"Soal itu aku udah suruh tania untuk mengurusnya, aku gak mau ikut campur tangan dalam acara persiapan itu, dia mau pilih seperti apa aku sih okey aja, terserah dia". Ucapnya dengan panjang lebar.

"Kalau gitu udah dulu ya Le, aku ada meeting".

"Okey. See you jakarta". Ucap gue.

"Okey". Balasnya. Hubungan telpon itu terputus. Gue menatap telpon sambil tersenyum.

"Cieee". Oliv. Rrrr!! Ternyata dia masih disini?. Gue menimpuknya dengan gumpalan kertas.

~~~

Yatuhan gue pulang naik apa?. Gue mencoba mencari nomor yg bisa membawa gue pulang. Iqbaal?. Gue langsung memencet tombol tersebut. Ada nada sambung, gue jalan ditempat menunggu nada sambung itu berubah menjadi suara iqbaal. Aduh iqbaal mana sih?!.

"Halo ya le?". Ahh akhirnya diangkat.

"Kamu lagi sibuk gak baal?". Gue masih berjalan ditempat.

"Enggak knp?".

"Kamu bisa jemput aku didaerah sudirman?".

"Bisa. Sms alamat nya aja ya".

"Okey bye".

Iqbaal menutup telponnya.


Tidak sampai setengah jam iqbaal sampai dengan motornya. Ia membuka helm.

"Ayo". Katanya. Gue mengangguk lalu menaiki motor tersebut.

"Mau langsung pulang atau jalan-jalan dulu?". Tanya nya sambil mengendarai motor.

"Terserah". Jawab gue agak teriak.

~~~~

Gue turun dari motor mengasih iqbaal helm & jaket miliknya.

"Makasih iqbaal". Kata gue sambil menyelipkan rambut ke belakang telinga.

"No problem. Kalau kamu butuh apa-apa kamu tahu siapa yang bisa kamu hubungi". Katanya sambil membelai rambut gue.

Ia mengakat tangannya dari atas kepala gue lalu memakai helm.

"Aku harus pulang, see you". Katanya lalu menyalakan mesin motor.

"Hati-hati ya. Bye". Iqbaal hanya mengangguk.


~~~

Huhuwww H-1 pertunangan Tania-Aldi. DEMI TUHAN GUE GAK SIAP(?). Ewhh memangnya gue yang mau bertunangan. Tapi ya... Harusnya aldi melawan kek atau apapun itu agar pertunangannya batal. Ih dia gak mau perjuangin cinta nya!.



"Hay Le". Yang diomongkan muncul, gue menoleh kebelakang. Aldi. Arrr dia keliatan charming banget sih hari ini yatuhan. Kacamata andalannya, Kemeja lengan pendek lalu dilapisi sweater, celana panjang hitam, sepatu.

Gue hanya tersenyum. Dia keliatan bahagia banget, pasti karena besok.

"Kamu keliatan lebih baik dari pada hari kemaren".

Gue hanya tersenyum. "Dan kamu juga hari keliatan lebih banyak tersenyum daripada berbicara. Kenapa?". Lanjutnya. Mata kita bertemu

"Ngak juga ah, ini bukti nya aku berbicara". Gue (sok) terkekeh.

"Mau ikut aku?". Gue memincingkan mata. "Kemana?". "Jalan-jalan buat ngerefresh-in otak". Gue mengangguk lalu berdiri. "Bawa sekalian saja tasmu, kita sekalian pulang". Lanjutnya. Gue mengambil tas lalu kita kebawah.

~~~

Wow! Kita ke pantai daerah ancol. Aldi didepan mobilnya memerhatikan gue. "Aku selalu suka pemandangan alam". Tutur gue lalu duduk disebelah aldi. Hening, hanya ada suara ombak dan angin menerbangkan rambut kita.

"Lea dengar". Ia memulai pembicaraan. Gue menoleh, aldi memegang kedua bahu erat. Mata kia sejajar.

"Aku... Aku hanya ingin minta maaf ke kamu gak bisa perjuangin cinta kita, aku terlalu pasrah sama otak ku katakan". Jawabnya, ia memeluk gue erat, membenamkan kepalanya diantara rambut gue.

"Maaf kan aku lea". Katanya dengan lemah.

"Seandainya waktu itu aku gak pergi mungkin gak akan seperti ini". Jawab gue dengan suara bergetar.

"aldi". Gue melepaskan pelukan, mata kita bertemu. "Aku mencintai kamu, gak pernah sedikitpun aku membenci kamu. My love will never end till death do us part". Gue tersenyum misterius karena kalimat terakhir. Aldi mengangkat alis. "Ini dia lea yang aku kenal kembali". gue mengernyit lalu menyubit pipi aldi kesal.

"Arr did you forget something?". "Hah? Lupa sesuatu?seperti apa memangnya?",

"Like this.... My love will never end and i'll be by your side forever". Aldi tertawa. "Haha i'll never forget saying it". Aldi mengacak-ngacak rambut gue sambil tertawa. "My love will never end and i'll be by your side forever lea. FOREVER". Jawabnya sambil merangkul gue. Gue lihat aldi tersenyum. Dan karena senyumannya itu dia berhasil membuat gue jatuh cinta lagi untuk kedua kalinya

~~~

Hari pertunangan Aldi - Tania. Tiba-tiba gue keinget tadi malam aldi bicara 'aku harap kamu mau datang walapun aku tau itu terpaksa, aku berharap banget' ia memegang kedua tangan gue. Arrrgghhh datang gak ya?!! Kalau datang gue sama aja bunuh diri dong. Lagipula gue kan udah bersumpah gak akan datang ke acara itu!.

~~~

Gue gak datang ke acara itu. HAHAHA. Gue lihat cuaca hujan, sesuai dong sama perasaan gue sekarang. Mungkin aldi dan tania lagi bahagia banget ya. SUMPAH TUHAN INI GAK ADIL BANGET! GAK ADIL!. AHHHHHHHH!!!. Aldi udah jadi milik orang. LO BODOH LEA BODOH!. Gue melempar majalah ke arah meja dengan kasar. Gue berdiri berniat ingin melihat hujan diluar, betapa kagetnya gue......

Bersambung. MAAF APABILA TERJADI KE TYPO-AN . @fremasiti @wearecomatecjr